Pilot Garuda GA 200 Marwoto Komar Akhirnya Ditahan

Kompas.com - 04/02/2008, 20:46 WIB

YOGYAKARTA, SENIN - Pilot Garuda Indonesia GA 200 yang terbakar di timur landas pacu Bandara Adisutjipto Yogyakarta 7 Maret 2007 lalu, M Marwoto Komar, akhirnya ditahan di ruang tahanan Kepolisian Daerah DI Yogyakarta, Senin (4/2). Marwoto masuk ke dalam sel sekitar pukul 19.20 setelah menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam.

Kuasa hukum tersangka, Kamal Firdaus, mengemukakan penahanan bertujuan agar kliennya tidak melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti. Pihaknya juga telah menerima surat perintah penahanan. “Surat penahanan dalam hal prosedur sudah dilengkapi. Tanggapan kami, sebagaimana kelaziman, jika klien ditahan maka akan melakukan upaya hukum sesuai dengan yang ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Kuhap),” kata Kamal Firdaus.

Sebagaimana diatur dalam Kuhap, menurut Kamal pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan. Selain itu, kuasa hukum juga akan mengajukan jaminan dari keluarga atau uang guna meyakinkan bahwa tersangka tidak akan melarikan diri. “Marwoto sendiri terlihat tenang-tenang saja. Barangkali karena dia merasa tidak bersalah,” ucap Kamal yang dikonfirmasi melalui telepon. 

Marwoto menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 di ruang Unit I Pidana Tertentu (Piter) di lantai dua gedung Direktorat Reserse dan Kriminal. Mengenakan kemeja lengan panjang berwarna kuning, Marwoto menjalani pemeriksaan dengan kondisi badan yang cukup sehat.

Senin siang, usai menjalankan salat Duhur di Masjid Babussalam Komplek Polda DIY bersama pengacaranya, sekitar pukul 12.40, Marwoto yang ditanya wartawan mengenai penetapannya sebagai tersangka berkata singkat “Semua saya serahkan kepada pengacara,”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau