JAKARTA, SENIN — Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ary mendorong pengembang skala besar untuk membangun rumah susun sederhana, agar pembangunan 1.000 menara rusuna segera terealisasi. Bila ditargetkan 1.000 menara dalam lima tahun, setidaknya dalam setahun harus terbangun 200 menara rusuna.
“Saya mengharapkan dengan ikut sertanya pengembang besar membangun rusunami, maka dapat memancing pengembang lain ikut serta membangun rusunami dan menjualnya melalui Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi,” kata Yusuf Asy’ary, Senin (4/2) seusai pemancangan tiang pertama rusunami Gading Nias Residences.
Turut mendampingi Menpera saat pemancangan tiang pertama, yakni Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Pemimpin Grup Agung Podomoro (GAP) Trihatma K Haliman, dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Musyanif.
“Pembangunan rusunami ini merupakan upaya kita memberi perhatian kepada kaum menengah bawah, agar mereka dapat bermukim di lokasi tengah kota, dengan nyaman karena dekat tempat kerja,” ujar Trihatma.
Selain Agung Podomoro yang akan membangun 14 menara rusunami (6.000 unit), Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk telah menyepakati
pembangunan 20 menara (8.000 unit), PT Gapuraprima berkomitmen membangun 17 menara (15.000 unit), dan PT Modernland Realty membangun 3 menara (1.200 unit).