Pengembang Besar Didorong Membangun Rusunami

Kompas.com - 04/02/2008, 20:53 WIB

JAKARTA, SENIN — Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ary  mendorong pengembang skala besar untuk membangun rumah susun sederhana, agar pembangunan 1.000 menara rusuna segera terealisasi. Bila ditargetkan 1.000 menara dalam lima tahun, setidaknya dalam setahun harus terbangun 200 menara rusuna.

“Saya mengharapkan dengan ikut sertanya pengembang besar membangun rusunami, maka dapat memancing pengembang lain ikut serta membangun rusunami dan menjualnya melalui Kredit Pemilikan Rumah bersubsidi,” kata Yusuf Asy’ary, Senin (4/2) seusai pemancangan tiang pertama rusunami Gading Nias Residences.

Turut mendampingi Menpera saat pemancangan tiang pertama, yakni Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Pemimpin Grup Agung Podomoro (GAP) Trihatma K Haliman, dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Musyanif.

“Pembangunan rusunami ini merupakan upaya kita memberi perhatian kepada kaum menengah bawah, agar mereka dapat bermukim di lokasi tengah kota, dengan nyaman karena dekat tempat kerja,” ujar Trihatma.

Selain Agung Podomoro yang akan membangun 14 menara rusunami (6.000 unit), Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk telah menyepakati
pembangunan 20 menara (8.000 unit), PT Gapuraprima berkomitmen membangun 17 menara (15.000 unit), dan PT Modernland Realty membangun 3 menara (1.200 unit).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau