Bom Meledak di Bhutan, India

Kompas.com - 05/02/2008, 02:12 WIB

INDIA, SELASA - Sebuah bom meledak di Bhutan, Senin waktu setempat, yang terakhir dari serangkaian ledakan yang dituduhkan pada etnik Nepal di pengasingan dan dirancang untuk mengganggu pemilihan umum parlemen negara kerajaan Himalaya itu bulan depan, kata polisi.

Tidak ada yang cedera dalam ledakan itu, yang terjadi di distrik wilayah selatan Samtse, dimana dua bom lain ditemukan dan dijinakkan.

Front Revolusioner Bersatu Bhutan (URFB), sebuah kelompok bersenjata yang dibentuk baru-baru ini untuk memperjuangkan hak-hak penduduk etnik Nepal yang diasingkan pada 1991, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan memperingatkan akan serangan-serangan lebih lanjut kecuali jika pemilihan umum 24 Maret dibatalkan.

"Itu adalah awal dari perjuangan kami melawan pemerintah dan akan terus berlangsung sampai kami mencapai tujuan kami," kata Karma, yang mengidentifikasi dirinya sebagai panglima tertinggi URFB, dalam sebuah pernyataan.

Polisi Bhutan mengatakan kepada Reuters, sasaran ledakan itu adalah sejumlah petugas pemilu yang berada di dua kantor di dekat lokasi serangan tersebut.

Komisi pemilu negara itu melarang keikutsertaan penduduk etnik Nepal yang tinggal Bhutan dan puluhan ribu orang yang melarikan diri dari negara kerajaan kecil itu atau diusir pada 1991 karena memprotes diskriminasi dan menuntut demokrasi.

Kelompok-kelompok seperti URFB, Pasukan Macan Bhutan, Partai Maois Bhutan dan Partai Komunis Bhutan bangkit dari amarah rakyat Nepal Bhutan yang menuntut hak untuk memberikan suara.

"Perubahan-perubahan baru di Bhutan tidak akan menguntungkan semua orang Bhutan kecuali satu kelompok kecil," kata Karma.

Source: REUTERS

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau