MIB Desak KPK Tangani Dugaan Korupsi di Lampung

Kompas.com - 05/02/2008, 14:26 WIB

JAKARTA, SELASA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Bersatu (MIB) mendesak KPK tangkap dan adili Gubernur Lampung Sjachroedin ZT, Selasa (5/2).

Mereka menduga Sjachroedin melakukan tindakan korupsi dalam beberapa proyek yang dianggarkan dalam APBD 2005. Meski pelanggaran tersebut dilakukan Dinas Permukiman Provinsi Lampung.

Ketiga proyek itu adalah pengerjaan pembangunan Fakultas Hukum Unila senilai lebih dari Rp 986 juta, pembangunan menara Siger Bakaheuni tahap II senilai lebih dariu Rp 7 miliar, pekerjaan utilitias dan track gajah senilai Rp 1,8 miliar.

Oleh karena itu mereka menganggap patut meminta pertanggungjawabannya atas korupsi dana APBD itu. Menurut mereka pembangunan daerah denan semangat otonomi daerah telah dinodai oleh Sjachroedin. Akibatnya infrastruktur pembangunan dan pendidikan yang seharusnya memadai menjadi tidak maksimal dan terbelakang.

Mahasiswa Indonesia Bersatu, dalam siaran persnya, juga melampirkan beberapa hasil temuan, tes dan analisa terhadap kasus dugaan korupsi ini. Dalam aksinya, mereka menyanyikan yel-yel dan membentangkan spanduk antikorupsi bertuliskan, Tangkap dan Adili Kasus Korupsi Gubernur Lampung Sjachroedin.

Setelah 10 menit beraksi mereka membubarkan diri. Ini merupakan aksi kedua di KPK yang menuntut pemberantasan korupsi di Lampung. Tadi pagi sekelompok masa menuntut KPK menangkap dan adili Bupati Lampung Tengah Andi Ahmad.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau