Kebijakan Ketahanan Pangan Harus Jangka Panjang

Kompas.com - 05/02/2008, 18:35 WIB

JAKARTA, SELASA- KADIN berharap pemerintah tidak hanya membuat kebijakan ketahanan pangan jangka pendek, karena jika demikian dalam pertengahan tahun 2008 masalah melambungnya harga akan terjadi lagi.

Hal itu disampaikan Ketua KADIN MS Hidayat kepada wartawan disela-sela acara pertemuan awal 2008 KADIN di Graha Niaga, Jakarta. Selasa,(5/2).

"Kebijakan ketahanan pangan, apalagi yang dijawab pemerintah kemarin adalah memang sebagian usulan kita untuk jangka pendek. Jadi betul-betul ad-hoc 3-6 bulan, padahal usulan kita yang utama adalah membuat strategi jangka panjang," kata Hidayat.

Kebijakan jangka panjang yang dimaksud Hidayat yakni memperkuat produktivitas pangan nasional dengan cara melindungi produsen dan petani. Selain itu, pemerintah diharap menunjuk salah satu institusi negara untuk membuat networking dengan petani dan pengusaha kecil yang bergerak dalam bidang pangan, melakukan penyanggahan terhadap harga panen dan membantu kerugian petani jika gagal panen.

Dalam kesempatan itu, Hidayat juga meminta agar pemerintah tidak ragu-ragu melindungi petani agar produksi meningkat. "Di seluruh dunia, bahkan di Amerika yang kapitalis, petaninya masih diproteksi," ujarnya. Jika volume produksi pertanian naik, tambah Hidayat,bea masuk beberapa bahan pangan bisa kembali dinaikkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau