Organisasi Pilot Internasional Minta Komar Dibebaskan

Kompas.com - 05/02/2008, 22:56 WIB

JAKARTA, SELASA - Asosiasi pilot internasional mengritik penahanan pilot Garuda, Marwoto Komar, dan meminta supaya ia dibebaskan.

The International Federation of Air Line Pilots Associations merilis pernyataan dari markasnya di London, Selasa (5/2), menyesalkan penahanan pilot tersebut. Organisasi itu minta supaya Komar dibebaskan.

Menurut organisasi itu, diperlukan penelitian dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui duduk masalah yang mengakibatkan pesawat Garuda Boeing 737-400 mengalami kecelakaan pada 7 Maret 2007 di Yogyakarta. Dalam kecelakaan itu 21 orang tewas.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Komar sebagai pilot melakukan pendaratan dengan kecepatan lebih dari yang seharusnya. Pesawat itu keluar landasan, dan terbakar di sawah.

Atas dasar hasil penyelidikan itu, kepolisian Yogyakarta lantas memeriksa Komar, dan menjadikannya sebagai tersangka dan menahannya. Polisi menahan dia dengan alasan untuk mencegah dia melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Federasi meminta kapten Komar dibebaskan karena dia kooperatif dan tidak membahayakan masyarakat. Dia seorang profesional yang secara kebetulan mengalami nasib nahas," begitu penyataan asosiasi pilot tersebut. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau