539.000 Hektar Lahan Sawit, Karet, dan Kakao Direhabilitasi

Kompas.com - 06/02/2008, 12:09 WIB

Laporan Wartawan Kompas Hermas Effendi Prabowo

 

JAKARTA, RABU - Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian tahun 2008 menargetkan perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman sawit, karet, dan kakao. Kebijakan itu ditempuh agar produksi dan produktivitas tiga komoditas yang paling populer harga jualnya saat ini meningkat.

Menurut Dirjen Perkebunan Achmad Mangga Barani, Rabu (6/2) kegiatan perluasan lahan tanaman kelapa sawit tahun ini ditargetkan mencapai 350.000 hektar, karet (15.000 ha), dan kakao (29.000 ha). Peremajaan tanaman sawit seluas 50.000 ha, karet 70.000 ha, dan kakao 15.000 ha.

Sedangkan rehabilitasi hanya diperuntukkan bagi tanaman kakao seluas 10.000 ha. "Kegiatan peremajaan, perluasan, dan rehabilitasi lebih banyak dilekukan oleh swasta. Dana yang dipakai merupakan dana pernakkan," katanya.

Terkait kegiatan revitalisasi tiga tanaman utama perkebunan itu, pemerintah melakukan berbagai kegiatan seperti merekruit dan melatih tenaga kontrak pendamping, rehabilitasi sarana dan prasarana revitalisasi, serta pengawalan dan pelaporan pelaksanaan revitalisasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau