Hillary Andalkan California

Kompas.com - 06/02/2008, 15:39 WIB

SAN FRANCISCO, RABU - Bila Hillary Clinton akhirnya muncul sebagai calon presiden dari Partai Demokrat, bisa jadi itu karena kemenangannya dalam primary di California.

Alasannya, di luar kompleksitas pembagian delegasi, negara bagian terpadat di AS ini menjadi trend setter. Kejar-mengejar perolehan suara dengan pesaingnya, Barack Obama, membuat kemenangannya di California semakin dramatis.

"California sangat-sangat kritis. Fakta bahwa Obama tidak menang di California, kemungkinan akan membuat orang menafsirkan itu sebagai kemenangan Hillary Clinton. Namun besarnya perolehan Obama juga tetap menarik perhatian," kata Mervin Field, seorang pengelola jajak pendapat yang sudah menggeluti pemilu presiden AS selama 50 tahun, Selasa (5/2) atau Rabu (6/2) waktu Indonesia.

Hillary Clinton yang bisa menjadi presiden perempuan pertama di AS telah bekerja keras untuk membangun dukungan kuat bagi suaminya mantan presiden Bill Clinton yang berhasil merangkul California, berikut para pemimpin di Hollywood dan Silicon Valley.

Di sini, Hillary  Clinton berhasil mendapatkan dukungan para pejabat tinggi California, dari senator Dianne Feiinstein hingga wali kota Los Angeles dan San Francisco. Kaum perempuan dan penduduk Latinos ikut memperkuat posisi Clinton di California.

Sementara itu, untuk menghadapi Super Tuesday, Barack Obama melakukan lawatan ke berbagai negara bagian, termasuk Idaho yang paling kecil dan akhirnya dimenanginya. Sedangkan Clinton memilih berkonsentrasi di California yang sebenarnya sudah digarap sang suami beberapa hari sebelumnya.

Obama pun tak mau menyerahkan California begitu saja ke tangan Clinton. Ia mengerahkan teman-temannya yang sangat berpengaruh, seperti Senator Ted Kennedy dari Massachusetts. Sedangkan di Los Angeles, ia mengandalkan keluarga Kennedy lain, Caroline. Sedangkan untuk menggembosi dukungan para perempuan terhadap Clinton, Obama pun menyerahkan urusan itu para Ratu Talk Show, Oprah Winfrey dan Maria Shriver, anggota keluarga Kennedy yang sekaligus istri gubernur California Arnold Schwarzenegger.

"Jika Barack Obama itu sebuah negara bagian, maka dia adalah California," sumbar Shriver. Keluarga Kennedy punya pengaruh kuat di California. Bahkan almarhum Robert Kennedy bakal menjadi calon presiden pada 1968 setelah memenangkan pemilihan pendahuluan di negara bagian ini.

Namun akhirnya, Obama harus mengakui dinasti Clinton di California masih terlalu kuat untuk dilawan. Saat penghitungan suara masih berlangsung 25 persen, Clinton unggul dengan mengumpulkan suara 53 persen, sedangkan Obama hanya 38 persen.(Reuters)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau