JAKARTA, RABU - Kesebelasan Sriwijaya FC memastikan diri lolos ke babak final Liga Djarum Indonesia (LDI) 2007. Dalam pertandingan semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (6/2) malam, tim asuhan Rahmad Darmawan itu mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0.
Ini sekaligus membuka peluang tim asal Sumatera Selatan itu merebut gelar ganda setelah sebelumnya mereka menjuarai Copa Indonesia. Jika prestasi tersebut tercapai, maka Sriwijaya FC akan mencetak dua sejarah besar dalam sepakbola Indonesia.
Di partai final, Sriwijaya akan bertemu PSMS Medan. Partai yang bakal membangkitkan emosi, karena sebelumnya keduanya sudah bertarung alot di perempat final Copa Dji Sam Soe.
Keith Kayamba menjadi pahlawan Sriwijaya FC malam ini. Pemain bernomor punggung 17 itu berhasil menaklukkan penjaga gawang Khamaruk di menit ke-18 lewat tendangan keras jarak dekat.
Persija sendiri beberapa kali memiliki peluang, tapi gagal menjadikannya gol. Mereka tampak mulai kelelahan dan emosi sehingga kehilangan konsentrasi saat pertandingan masih menyisakan waktu kira-kira 30 menit.
Akibat kekalahan ini, pendukung Persija sempat melampiaskan kekecewaannya dengan melempari penonton lain. Suasana mulai ricuh pada menit ke-82, tepat setelah tendangan Robertino melenceng ke sisi kiri gawang Sriwijaya.
Ketika itulah Jakmania yang duduk di tribun atas sektor 23 (bukan 20, Red) semakin sering melemparkan botol plastik minuman ke penonton di bawahnya.
Putri mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Reni, ikut jadi sasaran pelemparan itu. Padahal, Reni saat itu hendak pulang demi menghindari kerusuhan lebih lanjut. Kompas.com sempat melihat botol minuman melayang kira-kira 40 cm di atas kepalanya. Reni pun cuma bisa menatap para suporter yang urakan itu sambil terus berjalan.
Untungnya, hingga penonton bubar, tidak terjadi kericuhan berarti. (LHW)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang