Warga Simorejo Butuh Batuan Makanan

Kompas.com - 07/02/2008, 17:54 WIB

TUBAN, KAMIS - Warga Desa Simorejo dan Tegalrejo Kecamatan Widang Kabupatan Tuban kembali terkena banjir luapan Bengawan Solo ketiga kalinya pada tahun ini. Warga sangat membutuhkan bantuan pangan dari pihak luar, Bengawan Solo meluap lagi lagi sejak Rabu (6/2) malam.

Menurut Kepala Desa Simorejo, Mashud, Kamis (7/2), dampak dari banjir akhir tahun lalu saja belum pulih. Warga belum bisa bekerja untuk bisa mendapatkan penghasilan tetapi sudah diterjang banjir lagi pada Jumat (1/2) lalu.

Genangan air pada Selasa (5/2) sudah surut, Rabu lalu datang lagi luapan Bengawan Solo. Hal tersebut membuat warga kesulitan bahan pangan, panenan dari sawah yang diandalkan terendam banjir. “Kami berharap ada pihak luar yang memahami kesulitan kami,” kata Mashudi.

Menurut dia pangkal persoalan banjir susulan ini adalah belum diperbaikinya tanggul jebol di Desa Simorejo. Selagi tanggul itu belum selesai diperbaiki dan tidak tuntas secepatnya, begitu air sungai meluap dipastikan warga kebanjiran.

Belum beresnya tanggul bukan saja berdampak pada warga Wimorejo dan Tegalrejo Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Tetapi juga berimbas pada warga desa Desa Centini, Guyangan, Siser, Bulutigo dan desa lainnya yang juga dilanda banjir.

“Perbaikan tanggul di Widang itu mutlak dilakukan secepatnya. Selama belum diperbaiki sekolah kami akan tetap kebanjiran bila air sungai naik,” kata Irham, Kepala SMP Negeri 2 Laren yang terletak di Desa Centhini Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan.

Banjir bukan saja meninggalkan kepedihan bagi para warga dewasa, tetapi juga anak-anak yang seharusnya bisa belajar dengan tenang di sekolah harus belajar bersama di masjid. Kelas darurat pun dilakukan dari berbagai tingkat, ada yang kelas I hingga kelas III digabung ada yang kelas IV-VI yang digabung.

Relawan dari mahasiswa Universitas Airlangga turut membantu mengisi materi. Salah seorang relawan, Fifin Yuliani mengatakan anak-anak butuh keceriaan, dan pemulihan kondisi psikolgisnya akibat banjir. “Yang terpenting membangkitkan mereka tetap semangat belajar, tidak larut bersedih karena banjir,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau