KOTA, JUMAT - Sejumlah pengelola hotel berbintang di Jakarta melakukan koreksi harga jual makanan dan minuman serta sewa kamar antara tujuh perseh hingga 10 persen. Menurut Rosana Rotani, Director of Sales Hotel Santika Premiere Jakarta, manajemen hotel tidak bisa menaikkan harga makanan seiring dengan kenaikan harga bahan baku makanan. Pasalnya, juga harus melihat persaingan antara hotel dan juga daya beli masyarakat.
"Kita tidak bisa menaikkan harga terlalu banyak. Jika persentase kenaikan harga mengikuti harga kebutuhan pokok dan energi, pasar yang ada akan hilang. Apalagi persaingan semakin ketat. Tahun ini kenaikan harga makanan dan tarif kamar hampir sama yaitu antara tujuh persen hingga delapan persen," ujar Rosana, Senin (4/2).
Hal yang sama disampaikan Ari Eka Putri, Public Relations Executive Hotel Ciputra, Jakarta. Tahun ini kenaikan harga makanan sekitar 10 persen. Alasannya, manajemen hotel tidak bisa menaikkan harga seiring dengan naiknya harga bahan baku. Sebab, masih ada celah lain yang bisa untuk menutupi yaitu melakukan subsidi silang.
"Tidak ada yang berbeda. Hampir sama, setiap tahun kenaikan harga makanan sekitar 10 persen dan untuk tarif kamar tujuh persen. Kenaikan ini sifatnya masih reguler atau tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Ari Eka Putri.
Setiap awal tahun, lanjut Ari, hotel selalu menyesuaikan harga jual. Kalaupun harga kebutuhan pokok dan energi pada tahun ini naik dan sulit diprediksi, kenaikan harga di Hotel Ciputra tidak berbeda dengan kenaikan harga pada tahun sebelumnya.
"Kalau persentase kenaikan harga mengikuti perubahan harga bahan baku, hotel bisa kehilangan pasar karena tamunya bisa pindah ke hotel lain yang harganya lebih murah," kata Ari.
Ari yakin penyesuaian harga sekarang ini akan bertahan hingga akhir tahun 2008. "Kita konsisten. Kalau tiba-tiba harga naik, kita tidak serta merta menaikkan harga. Yang bisa dilakukan adalah melakukan efisiensi ke dalam," ujarnya.
Manajemen Hotel Santika Jakarta juga sudah melakukan berbagai efisiensi guna menekan biaya operasional, antara lain mendaur ulang air untuk kepentingan penyiraman taman. Dengan demikian ada penghematan pengeluaran biaya air PAM. (LIS/WARKOT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang