Tarif Kamar Hotel Naik 7 Persen

Kompas.com - 08/02/2008, 03:20 WIB

KOTA, JUMAT - Sejumlah pengelola hotel berbintang di Jakarta melakukan koreksi harga jual makanan dan minuman serta sewa kamar antara tujuh perseh hingga 10 persen.      Menurut Rosana Rotani, Director of Sales Hotel Santika Premiere Jakarta, manajemen hotel tidak bisa menaikkan harga makanan seiring dengan kenaikan harga bahan baku makanan. Pasalnya, juga harus melihat persaingan antara hotel dan juga daya beli masyarakat.

"Kita tidak bisa menaikkan harga terlalu banyak. Jika persentase kenaikan harga mengikuti harga kebutuhan pokok dan energi, pasar yang ada akan hilang. Apalagi persaingan semakin ketat. Tahun ini kenaikan harga makanan dan tarif kamar hampir sama yaitu antara tujuh persen hingga delapan persen," ujar Rosana, Senin (4/2).

Hal yang sama disampaikan Ari Eka Putri, Public Relations Executive Hotel Ciputra, Jakarta. Tahun ini kenaikan harga makanan sekitar 10 persen. Alasannya, manajemen hotel tidak bisa menaikkan harga seiring dengan naiknya harga bahan baku. Sebab, masih ada celah lain yang bisa untuk menutupi yaitu melakukan subsidi silang.

"Tidak ada yang berbeda. Hampir sama, setiap tahun kenaikan harga makanan sekitar 10 persen  dan untuk tarif kamar tujuh persen. Kenaikan ini sifatnya masih reguler atau tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Ari Eka Putri.

Setiap awal tahun, lanjut Ari, hotel selalu menyesuaikan harga jual. Kalaupun harga kebutuhan pokok dan energi pada tahun ini naik dan sulit diprediksi,  kenaikan harga di Hotel Ciputra  tidak berbeda dengan kenaikan harga pada tahun sebelumnya.

"Kalau persentase kenaikan harga mengikuti perubahan harga bahan baku, hotel bisa kehilangan pasar karena tamunya bisa pindah ke hotel lain yang harganya lebih murah," kata Ari.

Ari yakin penyesuaian harga sekarang ini akan bertahan hingga akhir tahun 2008. "Kita konsisten. Kalau tiba-tiba harga naik, kita tidak serta merta menaikkan harga. Yang bisa dilakukan adalah melakukan  efisiensi ke dalam," ujarnya.

Manajemen Hotel Santika Jakarta juga sudah melakukan berbagai efisiensi guna menekan biaya operasional, antara lain mendaur ulang air untuk kepentingan penyiraman taman. Dengan demikian ada penghematan pengeluaran biaya air PAM. (LIS/WARKOT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau