JAKARTA, JUMAT-Penularan penyakit AIDS di Indonesia sampai saat ini tidak memberi dampak pada rencana pembangunan pemerintah secara nasional. Hal ini dikatakan Dr. Nafsiah Mboi, sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA) dalam jumpa pers, Jumat (8/2), di Kantor PBB, Jakarta.
Menurut Mboi, saat ini KPA mencatat jumlah pasien AIDS di Indonesia yang terdaftar sebanyak 17.000 orang. Sementara yang belum terdaftar, diperkirakan berjumlah 193 sampai 200 ribu orang. Jumlah ini, kata dia, tidak membawa dampak signifikan karena banyaknya penduduk Indonesia, yang berjumlah total 206.264.595 orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik terkini.
Rendahnya penyebaran wabah AIDS di Indonesia ini telah menarik perhatian Dr. Nafis Sadik, utusan khusus PBB untuk HIV/AIDS di Asia Pasifik. Selama 5 hari, dia memantau program-program yang telah dilaksanakan KPA untuk menekan penyebaran AIDS sampai level terendah.
“Penyebaran AIDS di Indonesia tergolong sangat rendah. Inilah yang kita inginkan. Sampai saat ini, kita tidak mempunyai penyembuhan atau vaksin untuk melawan AIDS. Orang yang tertular penyakit ini harus terus mengonsumsi obat-obatan dan mendapatkan nutrisi cukup untuk memperpanjang usia hidupnya. Ini sangat mahal untuk dilakukan. Oleh karena itu, cara terbaik adalah mencegah penyebarannya,” kata Sadik.
Sadik optimis akan langkah-langkah yang telah dilakukan KPA selama ini. “Saya melihat Indonesia sekarang telah bertumbuh dan lebih dinamis. KPA telah menunjukkan usaha yang baik. Semua dilakukan sesuai dengan standar internasional. Mereka juga paham betul apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan,” katanya.
Berdasarkan hasil pertemuannya dengan berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan AIDS di Indonesia, Sadik juga mencatat Propinsi Papua sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian lebih, karena rendahnya pendidikan AIDS disana, diperparah dengan lokasi yang sulit dicapai.
“70 persen populasi di Papua belum pernah mendengar tentang AIDS. KPA perlu lebih gencar melakukan aksinya disana. Dukungan politik juga perlu diperkuat dalam rangka aksinya di tingkat nasional,” ujarnya.(C3-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang