Presiden Tidak Intervensi Soal Dirut BNI

Kompas.com - 08/02/2008, 14:16 WIB

Laporan Wartawan Persda Ade Mayasanto

JAKARTA,JUMAT - Juru bicara Presiden Andi Mallarangeng menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak ikut campur dalam urusan pemilihan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), terkait dipilihnya Gatot Mudiantoro Suwondo sebagai Direktur Utama.

"Setahu saya , itu diputuskan dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa), dan sepanjang yang saya tahu Gatot ini sudah 30 tahun lebih berkarir di perbankan," kata Andi, di Jakarta, Jumat (8/2), kepada wartawan saat diminta komentarnya mengenai terpilihnya Gatot Mudiantoro Suwondo. .

Gatot yang sebelumnya menjabat Wakil Dirut BNI, merupakan suami Kristiani Herawati adik dari Ani Yudhoyono.

Dikatakan Andi, sebelumnya Gatot juga telah menjadi direksi Bank Danamon dan Wakil Direktur utama BNI jauh sebelum Presiden Yudhoyono menjabat. "Saya pikir itu adalah karir yang wajar untuk seseorang yang memang berkarir di perbankan," ujar Andi yang mengaku mengetahui informasi itu dari media massa.

RUPSLB BNI yang berlangsung Rabu (6/2) memutuskan menunjuk Gatot Mudiantoro Suwondo sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan Sigit Pramono, dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK) Erry Riyana Harjapamekas ditunjuk sebagai Komisaris Utama (Komut).

Sebelumnya mantan Ketua KPK Taufikurrahman Ruki juga telah ditunjuk menjadi Komisaris Utama  PT Krakatau Steel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau