JAKARTA, JUMAT — Sekretaris Menteri Negara Perumahan Rakyat, Iskandar Saleh menegaskan, penolakan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) terhadap pengakuisisian Bank Tabungan Negara. “Rantai persetujuan permohonan Kredit Pemilikan menjadi lebih panjang, bila BTN akhirnya hanya menjadi sub dari sebuah bank BUMN,” kata Iskandar, Jumat (8/2) dalam pertemuan informal dengan wartawan perumahan.
Iskandar juga mengkhawatirkan, urusan kredit rumah dapat saja dikalahkan oleh kredit mobil atau kredit komersial lain, bila tidak ditangani oleh bank fokus seperti BTN. Apalagi, nilai kredit Rumah Sederhana Sehat (RSh) maupun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami), bahkan lebih rendah dibanding kebanyakan mobil.
Kini, kata Iskandar, pemerintah sedang menyusun pembentukan bank yang fokus pada pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah. Ironisnya, bank yang fokus di bidang perumahan yakni BTN, yang kinerjanya tidak meragukan justru akan dihapuskan.
“Keberadaan BTN telah sesuai rancangan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang dikeluarkan Bank Indonesia. Jadi, kenapa harus diakuisisi,” ujar Iskandar. Dia mengatakan, dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Februari ini ke Kemenpera, akan mengusulkan untuk mempertahankan BTN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang