Jalak Harupat Perlu Contoh Pengamanan di Sidoarjo

Kompas.com - 08/02/2008, 21:29 WIB

JAKARTA, JUMAT - Agar peristiwa kerusuhan antar pendukung tak terulang lagi, apalagi yang menimbulkan jatuh korban tewas di partai final Kompetisi Liga Djarum Indonesia, pihak keamanan di Stadion Jalak Harupat Soreang Bandung hendaknya meniru cara preventif yang dilakukan petugas keamanan di Sidoarjo saat menggelar babak Delapan Besar lalu.

Wakil Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong mengatakan bahwa penjagaan yang dilakukan aparat keamanan di Stadion Delta Sidoarjo lalu sudah memenuhi standar keamanan stadion saat menggelar pertandingan sepakbola.

"Harusnya para keamanan di mana pun saat menggelar pertandingan sepakbola terutama di kompetisi Liga Indonesia bisa menerapkan standar penjagaan yang sama," ungkapnya di Sekretariat PSSI, Jumat (8/2).

Rusuh yang menyebabkan tewasnya seorang pendukung Persija Jakarta di babak semifinal yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno hari Rabu lalu akibat manajemen keamanan yang kurang rapih.

"Itu hanya masalah menajemen keamanan penjagaan saja, coba kalau mereka menerapkan standar manajemen saya rasa tidak akan terjadi itu jatuh korban, apalagi hingga hilang nyawa orang," tuturnya.

Sistem penjagaan di Sidoarjo pun diakui oleh Limbong yang berpangkat Kolonel TNI AD ini sudah memenuhi standar keamanan yang baik. "Manajemen keamanan di Sidoarjo harus diterapkan pula di Stadion Jalak Harupat tempat pergelaran babak final nanti," katanya.

Standar keamanan yang baik diakuinya, seperti yang dilihat di Sidoarjo adalah menempatkan beberapa personel keamanan di setiap sudut yang dinilai rawan terjadi bentrok.

"Jadi tidak seperti di Stadion Utama lalu, dimana keamanan yang jumlahnya dua ribuan itu hanya terkonsenstrasi di satu titik saja, ini masalah manajemen saja," paparnya. (Persda Network/Antonius Bramantyo)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau