Badan Geologi Teliti Lahan Relokasi Infrastruktur

Kompas.com - 08/02/2008, 21:51 WIB

 

SURABAYA, JUMAT- Pengerjaan infrastruktur di Porong yang rusak akibat lumpur Lapindo harus melalui perencanaan matang. Persoalan tersendiri, tanah di kawasan itu rawan penurunan sehingga Departemen Pengerjaan Umum meminta Badan Geologi Departemen ESDM menelitinya terlebih dulu.  

Relokasi infrastruktur meliputi jalan tol, jalan arteri, jalur rel kereta api, pipa air bersih, dan pipa gas. "Untuk melakukan relokasi itu kami menunggu masukan dari Badan Geologi," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meninjau pembangunan jembatan Surabaya-Madura di sisi Madura yaitu di Bangkalan, Jumat (8/2).

Selanjutnya, lahan yang dinyatakan aman dan tidak rawan penurunan baru akan ditindaklanjuti dengan pembebasan lahan. Untuk itu proses negosiasi akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten. "Pemkab akan negosiasi dengan warga," ungkapnya.

Sementara itu, peneliti di Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Umar Rosadi mengatakan, tiga tim dari Badan Geologi berangkat ke Porong, Sidoarjo. Seluruh tim ini diturunkan untuk meng etahui pengaruh dan dampak terakhir dari semburan lumpur Lapindo.

Ketiga tim ini adalah tim kimia yang bertugas memantau kandungan kimia gelembung-gelembung udara baru, tim Global Positioning System (GPS) yang memantau pola deformasi tanah di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo, dan tim Geo Penetrating Radar (GPR) yang memantau kondisi di bawah permukaan tanah terutama melihat rongga-rongga di bawah gelembung-gelembung udara yang baru muncul.

Selama hasil penelitian belum ada, kami belum bisa mengatakan apakah relokasi infrastruktur tetap bisa dibangun di lahan yang sudah disiapkan atau harus dipindahkan, katanya. (bee/APA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau