SURABAYA, JUMAT- Pengerjaan infrastruktur di Porong yang rusak akibat lumpur Lapindo harus melalui perencanaan matang. Persoalan tersendiri, tanah di kawasan itu rawan penurunan sehingga Departemen Pengerjaan Umum meminta Badan Geologi Departemen ESDM menelitinya terlebih dulu.
Relokasi infrastruktur meliputi jalan tol, jalan arteri, jalur rel kereta api, pipa air bersih, dan pipa gas. "Untuk melakukan relokasi itu kami menunggu masukan dari Badan Geologi," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meninjau pembangunan jembatan Surabaya-Madura di sisi Madura yaitu di Bangkalan, Jumat (8/2).
Selanjutnya, lahan yang dinyatakan aman dan tidak rawan penurunan baru akan ditindaklanjuti dengan pembebasan lahan. Untuk itu proses negosiasi akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten. "Pemkab akan negosiasi dengan warga," ungkapnya.
Sementara itu, peneliti di Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Umar Rosadi mengatakan, tiga tim dari Badan Geologi berangkat ke Porong, Sidoarjo. Seluruh tim ini diturunkan untuk meng etahui pengaruh dan dampak terakhir dari semburan lumpur Lapindo.
Ketiga tim ini adalah tim kimia yang bertugas memantau kandungan kimia gelembung-gelembung udara baru, tim Global Positioning System (GPS) yang memantau pola deformasi tanah di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo, dan tim Geo Penetrating Radar (GPR) yang memantau kondisi di bawah permukaan tanah terutama melihat rongga-rongga di bawah gelembung-gelembung udara yang baru muncul.
Selama hasil penelitian belum ada, kami belum bisa mengatakan apakah relokasi infrastruktur tetap bisa dibangun di lahan yang sudah disiapkan atau harus dipindahkan, katanya. (bee/APA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang