Selat Sunda Masih Terancam Gelombang Tinggi

Kompas.com - 08/02/2008, 22:07 WIB

MERAK, JUMAT- Gelombang tinggi disertai angin kencang melanda perairan Selat Sunda dalam tiga hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni, cuaca buruk juga mengakibatkan sebuah kapal tanker kandas di pesisir pantai, setelah terseret arus lebih dari dua mil laut.

Kapal Tanker bernama Jamrud Selatan itu terseret arus pada Kamis malam lalu, ketika tengah tengah bersiap berlabuh di perairan Merak, tepatnya sekitar dua mil dari Pulau Merak Besar. 

Pada saat kapal baru melepas jangkar, tiba-tiba angin kencang berembus dari arah selatan menuju utara. Akibatnya kapal terseret arus, berputar ke arah utara hingga kandas di pesisir Pantai Pulomerak, tepat di depan sebuah hotel di kawasan itu.

Menurut Komandan Kapal Patroli 641 Direktorat Polisi Air Mabes Polri Ajun Komisaris Liberti yang saat itu juga sedang berlabuh di Perairan Merak, angin kencang yang diperkirakan 30 knot itu juga menyebabkan kapal-kapal lain yang sedang berlindung dibalik Pulau Merak Besar bergeser. Hingga Jumat sore, kapal tanker tanpa muatan itu masih berada di pesisir pantai.

Sementara itu, semua kapal cepat yang biasa melayani penyeberangan Merak-Bakauheni sudah dilarang beroperasi. Calon penumpang kapal cepat dialihkan agar menumpang kapal roll on roll off atau roro.

Larangan berlayar bagi kapal cepat itu diberlakukan karena ketinggian ombak di Selat Sunda sudah melebihi 0,7 meter. 

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Serang memerkirakan, ketinggian gelombang di Selat Sunda tiga hari terakhir berkisar antara 2,5 meter-3 meter. Bahkan tanggal 9-10 besok gelombang diperkirakan mencapai empat  meter dan kecepatan angin 7-16 knot, seningga berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau