MERAK, JUMAT- Gelombang tinggi disertai angin kencang melanda perairan Selat Sunda dalam tiga hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni, cuaca buruk juga mengakibatkan sebuah kapal tanker kandas di pesisir pantai, setelah terseret arus lebih dari dua mil laut.
Kapal Tanker bernama Jamrud Selatan itu terseret arus pada Kamis malam lalu, ketika tengah tengah bersiap berlabuh di perairan Merak, tepatnya sekitar dua mil dari Pulau Merak Besar.
Pada saat kapal baru melepas jangkar, tiba-tiba angin kencang berembus dari arah selatan menuju utara. Akibatnya kapal terseret arus, berputar ke arah utara hingga kandas di pesisir Pantai Pulomerak, tepat di depan sebuah hotel di kawasan itu.
Menurut Komandan Kapal Patroli 641 Direktorat Polisi Air Mabes Polri Ajun Komisaris Liberti yang saat itu juga sedang berlabuh di Perairan Merak, angin kencang yang diperkirakan 30 knot itu juga menyebabkan kapal-kapal lain yang sedang berlindung dibalik Pulau Merak Besar bergeser. Hingga Jumat sore, kapal tanker tanpa muatan itu masih berada di pesisir pantai.
Sementara itu, semua kapal cepat yang biasa melayani penyeberangan Merak-Bakauheni sudah dilarang beroperasi. Calon penumpang kapal cepat dialihkan agar menumpang kapal roll on roll off atau roro.
Larangan berlayar bagi kapal cepat itu diberlakukan karena ketinggian ombak di Selat Sunda sudah melebihi 0,7 meter.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Serang memerkirakan, ketinggian gelombang di Selat Sunda tiga hari terakhir berkisar antara 2,5 meter-3 meter. Bahkan tanggal 9-10 besok gelombang diperkirakan mencapai empat meter dan kecepatan angin 7-16 knot, seningga berbahaya bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang