VATICAN CITY, SABTU-Otoritas Vatican memastikan Sri Paus Benediktus XVI akan berkunjung untuk pertama kalinya ke Amerika Serikat, pada 15-20 April 2008, termasuk kunjungan ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam kunjungan kepausannya, Benediktus XVI juga akan menggelar misa massal di stadion baseball dan Katedral St Patrick di New York, serta mengunjungi situs Ground Zero menara WTC 11 September 2001.
Gereja Katolik mengklaim mempunyai 69 juta pengikut di Amerika Serikat dari total penduduk 290 juta jiwa. Penganut Katolik bertambah seiring perkembangan pesat komunitas Hispanik dari Amerika Latin, yang kebanyakan datang sebagai imigran.
Paus Benediktus XVI terpilih sebagai Paus Gereja Katolik Roma pada 19 April 2005, menggantikan Paus Yohanes Paulus II . Dia adalah Uskup Roma , pemimpin Negara Kota Vatikan dan Gereja Katolik Roma termasuk Gereja Katolik Timur dalam komuni dengan Takhta Suci.
Pada usia 78 tahun, dia adalah Paus tertua yang dilantik dalam 275 tahun terakhir sejak Paus Clement XII (yang terpilih pada tahun 1730 pada umur 3 bulan lebih tua dari Ratzinger).
Dia merupakan salah satu tokoh terpenting di Vatic an dan rekan dekat Yohanes Paulus II sebelum menjadi Paus. Dia juga memimpin pemakaman Yohanes Paulus II dan konklaf tahun 2005 yang memilihnya.
Selama menjadi kardinal, Benediktus dianggap sebagai seorang tradisionalis perlindungannya yang ketat terhadap prinsip-prinsip Kepausan. Dia adalah seorang pengkritik homoseksualitas, pernikahan kelamin sejenis, euthanasia, dan aborsi.
Sebagai Kardinal, dia juga menulis buku Truth and Tolerance yang mencela penggunaan toleransi sebagai alasan untuk menyimpangkan kebenaran. Benediktus XVI juga mengikuti Konsili Vatikan II dan secara konsisten terus menerus mempertahankan hasil Konsili tersebut termasuk Nostra Aetate.
Nostra Aetate adalah dokumen yang menekankan pada rasa saling menghormati dengan agama lain dan pernyataan hak kebebasan beragama. Bahkan, selama Konsili d ia dianggap berpandangan liberal. (AFP/berbagai sumber/RYO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang