Pedagang Rawasari Tetap Melawan

Kompas.com - 09/02/2008, 09:32 WIB

JAKARTA, SABTU- Ratusan pedagang keramik di Rawasari, Jakarta Pusat, tetap menolak rencana penggusuran yang rencananya akan dilakukan aparat Kecamatan Cempaka Putih hari Sabtu (9/2) ini.

Saat ini, sekitar 350 orang yang mengatasnamakan perwakilan pedagang dan warga RT 16/RW 05 Rawasari sudah berkumpul di depan pintu masuk lokasi perdagangan keramik yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an itu. Mereka memblokir jalan masuk areal perdagangan untuk mencegah aparat.

Selain melengkapi diri dengan senjata pemukul seperti balok kayu dan bambu, mereka juga memasang kawat berduri di halaman parkir pusat keramik yang sudah dipenuhi spanduk penolakan penggusuran itu.

Kepada Kompas.com, mereka juga menyatakan akan melawan jika aparat kecamatan tetap akan membongkar paksa tempat usaha itu.

Horas Sinaga, kuasa hukum warga dari kantor pengacara Palmer Situmorang & Partners, menyatakan, warga bukan menolak penggusuran, tetapi mereka minta ganti rugi yang layak. Sebelum ini, dirinya bersama warga sudah pernah bertemu pihak kecamatan dengan difasilitasi DPRD DKI.

Dalam pertemuan itu, warga minta ganti rugi sesuai nilai jual obyek pajak daerah itu Rp 5,7 juta per meter persegi, tidak termasuk nilai bangunan. Akan tetapi Camat Cempaka Putih Syamsudin Nologauh menolak tuntutan itu dengan alasan lahan yang akan digusur itu merupakan lahan milik Pemda. Rencananya, lahan itu akan dikembalikan pada fungsinya sebagai jalur hijau.

Atas pernyataan itu, Horas menyatakan keberatan. Sebab, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4/1999 menyatakan, pihak yang selama 20  tahun lebih menguasai secara fisik, terbuka, dan tidak ada tuntutan dari pihak manapun adalah pihak yang paling berhak atas tanah itu. Karena itu, warga yang sudah menempati areal itu sejak tahun 1960-an merasa berhak mendapatkan ganti rugi yang layak. (C3-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau