SURABAYA, SABTU - Jajaran Telkom Situbondo didukung Tim Ranger Telkom dari berbagai di Jatim berangsur-angsur menormalisasi layanan telekomunikasi di daerah tersebut yang sempat lumpuh diterjang banjir bandang Jumat (8/2) malam.
"Sebanyak 11 ribu satuan sambungan Flexi sejak pukul 15.30 WIB sudah normal kembali," kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto, saat bersama tim melakukan normalisasi layanan telekomunikasi di Situbondo, Sabtu (9/2).
Sedangkan untuk layanan telekomunikasi telepon kabel (wireline) saat ini masih ada sekitar 8.000 satuan sambungan telepon (SST) dari 15 ribu SST yang lumpuh.
"Kita masih melakukan pengecekan terhadap jaringan, transmisi maupun sentral dari 8.000 SST tersebut. Kita berusaha memastikan apakah semuanya benar-benar bersih, kering dan tidak mengalami gangguan," katanya.
Namun, ia berjanji, jika tidak ada banjir susulan atau hambatan teknis lainnya, layanan telepon kabel yang kini masih lumpuh, segera dinormalkan kembali. "Kita harapkan nanti malam, atau kalau tidak, kita usahakan besok pagi," katanya.
Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Situbondo, Jatim, Jumat (8/2) malam, mengakibatkan layanan telekomunikasi pelanggan Telkom sebanyak 15 ribu Satuan Sambungan Telepon (SST) lumpuh. Layanan telekomunikasi yang lumpuh itu 9.000 SST diantaranya di Situbondo, 815 SST di Mlandingan, 2.700 SST di Besuki dan 3.200 SST di Asembagus. Layanan kepada pelanggan itu sempat terganggu karena Telkom segera mematikan infrastruktur yang ada setelah banjir mulai menggenangi wilayah Situbondo.
"Agar banjir tidak sampai mengakibatkan kerusakan yang lebih parah, petugas sengaja mematikan. Tapi, sekarang tinggal pengecekan untuk segera dihidupkan lagi," kata Djadi. Ia juga meminta maaf kepada pelanggan atas terganggunya kenyamanan layanan Telkom itu.(ANT/WAH)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang