BANDUNG, MINGGU - Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung mencatat sejarah sebagai tempat pertandingan babak final Liga Djarum Indonesia 2007/ 2008 antara PSMS Medan melawan Sriwijaya FC Palembang yang akan digelar Minggu (10/2) malam nantu.
Selain mencatatkan diri sebagai tempat pertandingan puncak liga sepak bola bergengsi di Indonesia, di Stadion Si Jalak Harupat juga tercatat sejarah final tertutup tanpa disaksikan penonton.
"Ini kepercayaan besar dari masyarakat sepak bola nasional bagi Stadion Si Jalak Harupat, umumnya masyarakat Jawa Barat. Meski penunjukkannya mepet kami berupaya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tidak ingin mengecewakan semuanya," kata Sekretaris Daerah yang juga Ketua Umum Persikab Kabupaten Bandung, H Abubakar.
Meski penunjukan stadion itu serba mendadak menyusul hasil rapat Menegpora Adhyaksa Dault, BLI, PSSI, Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang merekomendasikan pertandingan tidak digelar di Stadion Gelora Bung Karno karena alasan keamanan menyusul tewasnya seorang supporter Persija dalam babak semifinal, Rabu lalu.
Karena penunjukannya yang mendadak itu, sejarah juga mencatat perijinan menggelar pertandingan itu juga memecahkan rekor yakni dilakukan tidak lebih dari 48 jam (dua hari).
Izin menggelar final LDI 2007/ 2008 baru dikantongi BLI pada Minggu (10/2) siang ini, meski secara lisan Kapolda Jabar memberikan izin lisan pada Sabtu (9/2) malam.
Pertandingan final LDI 2007/ 2008 ini juga sebagai catatan sejarah Liga Indonesia, dimana dua tim Sumatera bertemu di babak final yakni antara kekuatan tradisional Sumatera Ayam Kinantan PSMS Medan dan kekuatan baru Sriwijaya FC Palembang.
Catatan-catatan penting perjalanan final di Stadion Jalak Harupat sendiri akan terus bertambah, pasalnya pertandingan baru digelar Minggu malam nanti mulai pukul 19.00 WIB.
Sejarah Stadion
Stadion Si Jalak Harupat adalah stadion olahraga yang terletak di Desa Kopo dan Cibodas Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan seorang Pahlawan Nasional dari Bandung yakni Otto Iskandardinata.
Stadion itu milik Pemkab Bandung yang dikelola oleh badan khusus yakni Badan Pengelola Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung.
Stadion itu dibangun mulai Januari 2003 di bawah kepemimpinan Bupati Bandung H Obar Sobarna dengan biana sebesar Rp67,5 miliar yang diambil dari APBD Kabupaten Bandung.
Peresmian stadion itu bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-364 tanggal 26 April 2005 oleh H Agum Gumelar yang saat itu menjabat Ketua Umum KONI Pusat.
Selama ini, Stadion Si Jalak Harupat merupakan ’home base’ tim Divisi Utama Persikab Kabupaten Bandung. Karena bangunannya yang berstandar internasional, stadion yang berlokasi di tengah pesawahan itu sering dipergunakan untuk pertandingan dan latihan Timnas PSSI atau pertandingan tim Liga Indonesia seperti Persib Bandung dan Pelita Jaya Purwakarta.
Pertandingan final Liga Djarum Indonesia 2007/ 2008 sekaligus akan melengkapi ’reputasi’ stadion itu. "Sebelumnya Stadion Si Jalak Harupat telah menjadi tuan rumah final Divisi II PSSI, Divisi I PSSI dan kini lengkaplah sudah dengan menjadi tuan rumah final Liga Djarum Indonesia," kata Sekretaris Badan Pengelola Stadion Si Jalak Harupat, Ahmad Ruslani. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang