JAKARTA, MINGGU - Penyebab tewasnya Lambang Babar Pramono, saksi ahli dalam kasus dugaan pencurian arca di Museum Radya Pustaka Surakarta, harus diusut tuntas oleh penegak hukum. Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah V Mutammimul Ula (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), Minggu (10/2) mempertanyakan kemungkinan kematian Lambang Babar Pramono terkait dengan kasus dugaan pencurian arca yang sedang ditangani oleh polisi.
Mutammimul meminta agar Mabes Polri memberi backup penuh penanganan kasus ini. Bahkan jika perlu, kasus diambilalih langsung oleh Mabes Polri agar terungkap lebih jelas dan cepat.
Seperti diberitakan, Lambang Babar Pramono ditemukan meninggal di kawasan Ringroad Utara Jl Pandega Padma, Sleman (9/2) pagi. Jenazah Lambang yang pegawai Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah ditemukan di sebuah selokan bersama sepeda motornya.
Sementara itu, Mutammimul juga mengingatkan bahwa kasus pencurian arca tersebut menyimpan misteri yang harus segera diungkap sampai ke akar-akarnya. Apalagi dealer dan konsultan benda seni Hugo Kreijger yang disebut terlibat kuat dalam proses "jual-beli" sampai detik ini belum tertangkap Interpol dan baru Hasyim Djojohadikusumo yang merupakan pembeli arca yang dipanggil oleh Poltabes Surakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang