MEDAN,MINGGU - Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan Indonesia dewasa ini tengah menghadapi krisis harga pangan meski ketersediaan pangan itu sendiri relatif mencukupi. "Kita menghadapi krisis harga, bukan krisis ketersediaan pangan karena barangnya justru tersedia dengan cukup," katanya ketika berbicara pada acara temu tokoh dalam rangkaian Safari Dakwah PKS se Sumatera di Medan, Sabtu (9/2) malam.
Pada kesempatan yang juga dihadiri Presiden PKS Tifatul Sembiring, Menpora Adhyaksa Dault dan pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013 H. Syamsul Arifin, SE/Gatot Pujinugroho itu ia mengatakan Indonesia saat ini memiliki persediaan beras yang mencukupi, demikian juga dengan minyak goreng, jagung, CPO serta sejumlah bahan pangan lainnya.
"Tapi harga tidak selalu berhubungan dengan produksi. Persediaan pangan kita bahkan bisa dikatakan melimpah, tapi harganya naik juga karena dipengaruhi harga-harga dunia," jelasnya.
Ketika ditanyakan apakah Indonesia tidak bisa menghindar dari pengaruh harga internasional, Anton Apriyantono mengaku sulit, kecuali jika Indonesia menganut sistem perekonomian tertutup.
Sistem perekonomian yang terbuka, menurut dia, membuat Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh harga pangan dunia. "Tapi masalah ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia. Bahkan Amerika dan China menjadi negara yang paling parah terkena dampak krisis harga pangan ini," katanya.
Karenanya, menurut Anton Apriyantono, tugas pemerintah saat ini adalah meringankan beban rakyat, diantaranya dengan menerapkan kebijakan subsidi dan membebaskan berbagai bentuk pajak produk pertanian. "Pada akhirnya keseimbangan merupakan hal yang sangat kita harapkan sehingga tidak membenani rakyat dan juga tidak menyulitkan pemerintah," katanya. (ANT)