Ribuan Korban Lumpur Kembali Berunjuk Rasa

Kompas.com - 11/02/2008, 10:07 WIB

SIDOARJO, KOMPAS - Sedikitnya 2.000 korban lumpur Lapindo dari delapan desa di Kecamatan Porong dan Tanggulangin, Sidoarjo yang menuntut ganti rugi secara tunai kembali berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sidoarjo, Senin (11/2). 

Saat ini para perwakilan korban lumpur ini bergantian berorasi di atas truk dengan pengeras yang ada di atas truk. Sementara sejumlah perwakilan korban lumpur lainnya masuk ke dalam gedung DPRD Sidoarjo untuk bertemu anggota DPRD Sidoarjo dan menyampaikan tuntutan mereka ke DPRD Sidoarjo. 

Seperti diketahui, korban lumpur yang menuntut ganti rugi tunai ini meminta agar pembayaran sisa ganti rugi sebesar 80 persen dari total ganti rugi dipercepat menjadi bulan Maret 2008 dari rencana semula pada Mei 2008 atau satu bulan sebelum uang kontrakan selama dua tahun yang diberikan Lapindo Brantas Inc berakhir. Mereka menuntut percepatan pembayaran karena menurut mereka Lapindo telah bersikap diskriminatif dengan melunasi sisa ganti rugi 80 persen bagi korban lumpur yang membeli rumah milik PT Wahana Arta Raya melalui PT Minarak Lapindo Jaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau