Laporan Wartawan Persda Network Mohammad Abduh
JAKARTA, SENIN - Kejahatan pemalsuan kartu kredit yang berhasil diungkap Direktorat IV TP Narkoba dan KT Mabes Polri bisa disebut Kabareskrim Irjen Bambang Hendarso sebagai prestasi yang luar biasa. "Bagaimana tidak, biasanya kita hanya berhasil menangkap pelaku dan kartu kreditnya palsu. Tapi kali ini Alhamdulillah kita berhasil menemukan mesin pencetak dan perangkat pemalsu kartu kredit itu dari tersangka," ujar Bambang saat jumpa pers, Senin (11/2) di Bareskrim Mabes Polri.
Dari keterangan 14 tersangka yang ditangkap, jaringan pemalsu kartu kredit ini sudah beroperasi sejak 5 tahun lalu, dikendalikan oleh warga Malaysia bernama Simon yang kini buron. Kerja mereka terbilang canggih. Bagaimana tidak hasil pengecekan VISA yang datang ke Indonesia beberapa hari kemarin, diketahui mesin yang mereka gunakan untuk mencetak kartu kredit itu sampai sekarang masih digunakan. "Kita sedang menyelidiki darimana mereka dapatkan mesin itu," ujar Bambang.
Beberapa barang bukti yang berhasil disita polisi dari kediaman tersangka diantaranya adalah 131 mesin gesek kartu kredit, 2 unit mesin, 17 mesin print saleft draft, 3 mesin cetak berikut adaptor, 3 tas berisi kabel, 3 koper kartu kredit berisi 31 macam bank, 1 kardus bahan lembaran kartu kredit, 87 KTP, 4 pasport, 12 stempel, dan 3 unit komputer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang