SBY Minta Panglima TNI Amankan Perbatasan Timor Leste

Kompas.com - 11/02/2008, 15:38 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho

JAKARTA, SENIN- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut dengan serangan bersenjata kepada Presiden Ramos Horta pada Senin dini hari. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Presiden Yudhoyono menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengamankan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

"Saya sudah menginstruksikan Panglima TNI untuk melakukan pengamanan perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste dapat dilakukan dengan baik," ujar Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers di teras Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/2).

Presiden mengemukakan, langkah pengamanan itu dilakukan karena setiap ada kejadian di Timor Leste biasanya berdampak pada Indonesia. "Dulu, kala ada kejadian selalu dikaitkan juga dengan elemen yang ada di Indonesia, meskipun dalam tahun-tahun belakangan ini tidak lagi," ujarnya.

Indonesia, menurut Presiden, tidak mencampuri urusan dalam negeri Timor Leste, namun tetap akan menjaga terus hubungan persahabatan kedua negara.Terhadap Presiden Horta, Presiden berharap kesehatannya pulih kembali.

Presiden juga berharap otoritas di Timor Leste dan pasukan di bawah bendera PBB dapat memulihkan keadaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau