Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho
JAKARTA, SENIN- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut dengan serangan bersenjata kepada Presiden Ramos Horta pada Senin dini hari. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Presiden Yudhoyono menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengamankan perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
"Saya sudah menginstruksikan Panglima TNI untuk melakukan pengamanan perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste dapat dilakukan dengan baik," ujar Presiden Yudhoyono dalam jumpa pers di teras Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/2).
Presiden mengemukakan, langkah pengamanan itu dilakukan karena setiap ada kejadian di Timor Leste biasanya berdampak pada Indonesia. "Dulu, kala ada kejadian selalu dikaitkan juga dengan elemen yang ada di Indonesia, meskipun dalam tahun-tahun belakangan ini tidak lagi," ujarnya.
Indonesia, menurut Presiden, tidak mencampuri urusan dalam negeri Timor Leste, namun tetap akan menjaga terus hubungan persahabatan kedua negara.Terhadap Presiden Horta, Presiden berharap kesehatannya pulih kembali.
Presiden juga berharap otoritas di Timor Leste dan pasukan di bawah bendera PBB dapat memulihkan keadaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang