Petani Korban Banjir Terima 44 Ton Bantuan Benih Padi

Kompas.com - 11/02/2008, 16:26 WIB

LAMONGAN, SENIN- Petani yang mengalami puso setelah dilanda banjir luapan Bengawan Solo sejak akhir tahun 2007 lalu telah menerima bantuan benih sebanyak 44 ton. Bantuan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan itu terdiri dari 42,7 ton benih padi nonhibrida varietas Ciherang untuk petani di Kecamatan Laren dan 1,3 ton padi untuk petani di Kecamatan Karangbinangun.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan Djoko Purwanto, Senin (11/2), mengatakan, bantuan telah didistribusikan sejak Jumat (8/2) lalu. Realisasi bantuan ini berdasarkan usulan yang kami sampaikan kepada Departemen Pertanian pemerintah pus at, kata Djoko.

Dia menyebutkan areal padi yang mengalami gagal panen (puso) di Kecamatan Laren mencapai 1.708 hektar (ha). Setiap hektar diestimasi membutuhkan benih sebanyak 25 kilogram (kg). Bantuan benih sebanyak 42,7 ton untuk Kecamatan Laren sesuai yang diusulkan.

Bantuan benih padi juga diserahkan kepada petani korban banjir luapan Bengawan Solo di Kecamatan Karangbinangun. Bantuan itu dikoordinir Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sebanyak 1,3 ton. Bantuan benih gratis untuk korban banjir Bengawan S olo yang disalurkan lewat kelompok tani masing-masing tersebut sebenarnya masih kurang dari kebutuhan, kata Djoko.

Banjir luapan Bengawan Solo telah mengakibatkan 2.467 hektar lahan pertanian di delapan kecamatan sepanjang bantaran di Lamongan mengalami puso. Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan mengestimasi kebutuhan benih padi 25 kg per ha. To tal bantuan benih padi yang diajukan kepada pemerintah pusat mencapai 61,675 ton sekitar 75 persen untuk Kecamatan Laren yang mengalami dampak terparah.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau