LAMONGAN, SENIN- Petani yang mengalami puso setelah dilanda banjir luapan Bengawan Solo sejak akhir tahun 2007 lalu telah menerima bantuan benih sebanyak 44 ton. Bantuan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan itu terdiri dari 42,7 ton benih padi nonhibrida varietas Ciherang untuk petani di Kecamatan Laren dan 1,3 ton padi untuk petani di Kecamatan Karangbinangun.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan Djoko Purwanto, Senin (11/2), mengatakan, bantuan telah didistribusikan sejak Jumat (8/2) lalu. Realisasi bantuan ini berdasarkan usulan yang kami sampaikan kepada Departemen Pertanian pemerintah pus at, kata Djoko.
Dia menyebutkan areal padi yang mengalami gagal panen (puso) di Kecamatan Laren mencapai 1.708 hektar (ha). Setiap hektar diestimasi membutuhkan benih sebanyak 25 kilogram (kg). Bantuan benih sebanyak 42,7 ton untuk Kecamatan Laren sesuai yang diusulkan.
Bantuan benih padi juga diserahkan kepada petani korban banjir luapan Bengawan Solo di Kecamatan Karangbinangun. Bantuan itu dikoordinir Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sebanyak 1,3 ton. Bantuan benih gratis untuk korban banjir Bengawan S olo yang disalurkan lewat kelompok tani masing-masing tersebut sebenarnya masih kurang dari kebutuhan, kata Djoko.
Banjir luapan Bengawan Solo telah mengakibatkan 2.467 hektar lahan pertanian di delapan kecamatan sepanjang bantaran di Lamongan mengalami puso. Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan mengestimasi kebutuhan benih padi 25 kg per ha. To tal bantuan benih padi yang diajukan kepada pemerintah pusat mencapai 61,675 ton sekitar 75 persen untuk Kecamatan Laren yang mengalami dampak terparah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang