Pembeli Porselen Membludak di Rawasari

Kompas.com - 11/02/2008, 18:29 WIB

RAWASARI, SENIN - Kepedihan yang saat ini melanda puluhan keluarga yang tadinya menghuni RT 16/RW 09 kelurahan Rawasari rupanya tidak terlihat di kompleks pedagang porselen yang terletak persis disampingnya. Para tetangga korban penggusuran ini tampak sibuk bertransaksi dengan peminat keramik yang tiba-tiba membludak.

Kontras dengan pemandangan di bekas pemukiman warga yang saat ini ramai dikerumuni pemulung yang mengumpulkan puing-puing dan besi tua dengan gerobak-gerobak mereka yang berjejer, kompleks pedagang keramik justru dihiasi dengan mobil-mobil sedan dan SUV yang berjejer rapi, siap mengangkut vas-vas besar dan pernak-pernik porselen lain hasil borongan pemiliknya.

Peristiwa penghancuran rumah-rumah penduduk minggu (10/2) kemarin itu seolah menjadi seruan bagi para pedagang keramik untuk menggelar cuci gudang, tidak hanya di halaman toko, tapi juga di kolong-kolong jembatan, sementara toko mereka dibiarkan kosong.

“Jualan hari ini laris manis. Semua barang kita jual murah biar habis,” kata Edo, seorang penjual. Dalam cuci gudang ini, dia memberi potongan harga 25 persen dari harga biasanya. “Hari ini ramai sekali, padahal biasanya tempat ini sangat sepi, seperti kuburan,” katanya.

Edo, seperti pedagang yang lain berencana menghabiskan semua persediaan barang di tokonya secepat mungkin. Dia tidak berencana membuka toko di tempat lain seusai berdagang di Rawasari ini.

Kesempatan ini tidak disia-siakan pembeli. Haji Nani, seorang pembeli asal Cirebon, menyempatkan diri berkunjung untuk bisa membeli keramik murah sebanyak mungkin. “Kebetulan saya sedang di Jakarta dan mendengar kabar ini. Sebetulnya yang saya lihat di tivi justru berita penggusurannya, tapi sekalian saja saya kesini untuk mendapatkan keramiknya,” kata dia sambil menunjukkan tumpukan peralatan makan yang baru diborongnya. 

C3-08
  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau