JAKARTA, SENIN - Musim 2006/07, Juventus terbukti terlibat Calciopoli alias skandal pengaturan skor. Alhasil, "si Nyonya Tua" harus menanggung risiko besar karena banyak fans yang meninggalkannya.
Menurut hasil survei yang dilakukan di semenanjung, Bianconeri kehilangan fans sekitar satu juta orang. Padahal sebelumnya, mereka memiliki paling banyak fans (di luar Italia) yang diperkirakan mencapai lebih dari tujuh juta.
Penelitian Stage Up / Ipsos yang dicetak Guerin Sportivo menyebutkan, selama musim 2006/07, hampir 1,5 juta suporter "melarikan diri" dari sampan bernama Juventus. Hal ini terjadi karena klub kesayangan mereka turun kasta ke Serie-B menyusul hukuman yang harus diterima akibat terlibat Calciopoli.
Yang terjadi adalah, mereka (fans yang melarikan diri itu) mengalihkan dukungannya kepada AC Milan. Dengan demikian, Rossoneri yang berstatus juara Eropa dan juara dunia itu mengalami kenaikan jumlah suporter sebesar 33 persen menjadi sekitar 4,8 juta.
Sementara itu, Inter Milan yang dua musim terakhir menjadi jawara Serie-A belum berhasil menarik minat para penggila bola. Nerazzurri hanya mengalami pertumbuhan jumlah fans sebanyak 14 persen menjadi sekitar 4,3 juta.
Hasil survei juga menunjukkan adanya peningkatan suporter yang cukup drastis untuk Fiorentina dan Palermo. Sebaliknya, AS Roma dan Lazio menurun. (CH4/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang