Terlibat calciopoli

Juventus Ditinggalkan 1,5 Juta Fans

Kompas.com - 11/02/2008, 22:13 WIB

JAKARTA, SENIN - Musim 2006/07, Juventus terbukti terlibat Calciopoli alias skandal pengaturan skor. Alhasil, "si Nyonya Tua" harus menanggung risiko besar karena banyak fans yang meninggalkannya.

Menurut hasil survei yang dilakukan di semenanjung, Bianconeri kehilangan fans sekitar satu juta orang. Padahal sebelumnya, mereka memiliki paling banyak fans (di luar Italia) yang diperkirakan mencapai lebih dari tujuh juta.

Penelitian Stage Up / Ipsos yang dicetak Guerin Sportivo menyebutkan, selama musim 2006/07, hampir 1,5 juta suporter "melarikan diri" dari sampan bernama Juventus. Hal ini terjadi karena klub kesayangan mereka turun kasta ke Serie-B menyusul hukuman yang harus diterima akibat terlibat Calciopoli.

Yang terjadi adalah, mereka (fans yang melarikan diri itu) mengalihkan dukungannya kepada AC Milan. Dengan demikian, Rossoneri yang berstatus juara Eropa dan juara dunia itu mengalami kenaikan jumlah suporter sebesar 33 persen menjadi sekitar 4,8 juta.

Sementara itu, Inter Milan yang dua musim terakhir menjadi jawara Serie-A belum berhasil menarik minat para penggila bola. Nerazzurri hanya mengalami pertumbuhan jumlah fans sebanyak 14 persen menjadi sekitar 4,3 juta.

Hasil survei juga menunjukkan adanya peningkatan suporter yang cukup drastis untuk Fiorentina dan Palermo. Sebaliknya, AS Roma dan Lazio menurun. (CH4/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau