Laporan wartawan Kompas Cyprianus Anto Saptowalyono
PALANGKARAYA, SELASA - Seminar Nasional Pembangunan Kelapa Sawit yang berkelanjutan berlangsung di Gedung Pertemuan Umum Tambun Bungai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Selasa (12/2).
Saat Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menyampaikan paparan, beberapa aktivis lingkungan membentangkan spanduk, yang bertuliskan : "Sawit merusak hutan, merampas tanah rakyat, dan melanggar HAM. Solusinya : stop ekspansi baru, tuntaskan masalah yang terjadi, dan cabut izin bermasalah."
Ditemui di luar gedung tempat berlangsungnya seminar tersebut, Edy Subahani, salah satu aktivis lingkungan hidup, menuturkan, hal yang juga penting adalah menyelesaikan konflik yang ada antara masyarakat dengan perusahaan.
Adapun seminar nasional sawit dengan tema Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Kalimantan Tengah tadi dihadiri antara lain para kepala daerah kabupaten/kota di Kalteng, perwakilan perkebunan besar swasta, akademisi, organisasi nonpemerintah, dan juga masyarakat.
"Menjadi tugas dari seminar nasional ini untuk menjawab apakah perkebunan kelapa sawit yang ada saat ini maupun di masa mendatang mampu atau tidak untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kalteng," kata Teras Narang disambut tepuk tangan para peserta seminar nasional. (CAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang