JAKARTA, SELASA- Mantan Gunernur DKI Jakarta menyatakan, reformasi hanya melahirkan rakyat yang pintar menuntut, dan bukan rakyat yang cerdik. Tidak heran kalau rakyat lebih banyak menuntut ketimbang menjalankan kewajiban.
"Sekarang masyarakat menghina pemimpin itu hal biasa," ujar Sutiyoso di Jakarta, Selasa (12/2), ketika memberikan orasi dalam peluncuran Majalah Biografi Politik.
Sebelum reformasi, katanya lebih lanjut, rakyat manut dan tidak banyak menuntut, tetapi setelah reformasi rakyat jadi bengis dan mudah marah. Kondisi inilah yang harus dihadapi polisi.
Padahal, polisi belum siap ketika harus berhadapan dengan masalah keamanan rakyat sipil. Pasalnya, selama ini keamanan sipil itu diserahkan pada militer.
"Namun, di era keterbukaan, masyarakat harus tahu semua persoalan bangsa, sehingga tahu tentang langkah yang diambil pemerintah. Di sisi lainnya, pemimpin juga harus punya ketegasan dan niat yang tulus dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang