Penyelesaian BLBI Tetap Konsisten

Kompas.com - 12/02/2008, 16:04 WIB

JAKARTA, SELASA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengemukakan mengenai kelanjutan masalah BLBI menyangkut politik dan hukum di DPR. "Jadi menunggu pandangan fraksi apakah obligor akan dipanggil atau tidak. Kalau obligor yang sudah tanda tangan memang akan kami panggil, akan kami inventarisasi aset-asetnya," ujar Menkeu menjawab pers usai rapat paripuna mendengar keterangan dan jawaban Pemerintah RI atas kasus BLBI dan KLBI di gedung DPR, Selasa (12/2).

Mengenai target penyelesaian, Menkeu hanya menjawab akan dilakukan secepat mungkin. Sedangkan soal kemungkinan hukum, lanjut Menkeu, akan dilakukan secara konsisten seperti yang sudah ditandatangani sebelumnya.

Mengenai total aset BLBI, Menkeu hanya menjawab itu bahwa hal itu ada di tabel. "Saya nggak enak untuk mengatakannya," katanya.

Perihal delapan obligor yang menjadi perhatian akhir-akhir ini, Menkeu mengemukakan bahwa pola penyelesaian tetap sama. "Kalau mereka sudah melakukan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham Akta Pengakuan Utang (PKPS-APU) akan dilakukan serupa. Jumlah yang dibayarkan negara sesuai dengan yang diperjanjikan dan kalau asetnya tidak mencukupi, maka kami akan melakukan penagihan terus. Pelaksanaannya adalah Kepolisian, Kejaksaan dan Depkeu," ujarnya.

Sementara Mensesneg Hatta Rajasa mengomentari ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam interpelasi BLBI di gedung DPR mengatakan bahwa sudah jelas dalam surat Presiden bahwa Presiden mewakilkan dan memberikan mandat kepada para menteri untuk menyampaikan keterangan dan jawaban.

"Jadi sudah sesuai semuanya. Sebelumnya juga seperti itu. Konsepsinya memang seperti itu. Jadi sudah nggak ada masalah beliau (Presiden Yudhoyono) tidak hadir," ujarnya.

"Kalau anda lihat interpelasi Iran juga ditandatangani oleh Menko Pulhukam, kenapa (interpelasi BLBI-Red) masalah? Kecuali kalau tidak ada surat dari Presiden mengenai pemberian kewenangan itu. Ada suratnya lho," tambah Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau