CILACAP, SELASA- Setidaknya dua kapal tongkang pengangkut batubara kesulitan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan, Kabupaten Cilacap, selama tiga hari belakangan ini. Gelombang ti nggi yang masih terjadi di perairan Samudera Hindia menyebabkan kapal-kapal tongkang asal Kalimantan itu kesulitan menyusuri pantai selatan Jawa.
Administratur Pelayaran Pelabuhan Indonesia III Tanjung Intan Fachri, Selasa (12/2), mengatakan, dari dua kapal tongkang yang kesulitan masuk ke Pelabuhan Tanjung Intan, baru satu kapal yang berhasil berlabuh.
Kapal itu baru bisa berlabuh pada hari Selasa ini, dan sudah masuk ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Sebelumnya kapal itu kesulitan untuk menyusuri laut selatan Jawa karena cuaca di Samudera Hindia masih buruk, dan gelombang laut masih tinggi, katanya menjelaskan.
Satu kapal tongkang lainnya, lanjut Fachri, masih berlabuh di sekitar Pantai Pacitan, Jawa Timur. Kapal itu belum berani melanjutkan perjalanan ke Cilacap karena gelombang tinggi di Samudera Hindia masih belum bisa dilalui. Kapal tongkang itu kan ditarik, sehingga sulit melalui perairan yang gelombangnya terlalu tinggi, lanjutnya.
Namun kesulitan itu tak mengakibatkan cadangan batubara PLTU C ilacap mengalami kekurangan. Manajer Teknik PLTU Cilacap Sutikno mengatakan, pihaknya sudah memiliki cadangan batubara hingga 60.000 ton. Cadangan itu cukup untuk memproduksi listrik selama 10 sampai 15 hari ke depan.
Sejauh ini PLTU tak mengalami kekurangan batubara. Cadangan batubara yang kami miliki masih cukup banyak untuk menjalankan dua turbin yang ada hingga 10 sampai 15 hari mendatang, katanya.
Sebaliknya untuk kapal tangker, ditambahkan Fachri, tak mengalami kesulitan apa pun untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan. Aktivitas pelayaran kapal tangker pengangkut minyak mentah ke PT Pertamina tak mengalami gangguan, karena kapal itu tak perlu ditarik seperti kapal tongkang, ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang