Kapal Tongkang Batubara Sulit Masuk ke Tanjung Intan Cilacap

Kompas.com - 12/02/2008, 19:03 WIB

 

CILACAP, SELASA- Setidaknya dua kapal tongkang pengangkut batubara kesulitan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan, Kabupaten Cilacap, selama tiga hari belakangan ini. Gelombang ti nggi yang masih terjadi di perairan Samudera Hindia menyebabkan kapal-kapal tongkang asal Kalimantan itu kesulitan menyusuri pantai selatan Jawa.

Administratur Pelayaran Pelabuhan Indonesia III Tanjung Intan Fachri, Selasa (12/2), mengatakan, dari dua kapal tongkang yang kesulitan masuk ke Pelabuhan Tanjung Intan, baru satu kapal yang berhasil berlabuh.

Kapal itu baru bisa berlabuh pada hari Selasa ini, dan sudah masuk ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Sebelumnya kapal itu kesulitan untuk menyusuri laut selatan Jawa karena cuaca di Samudera Hindia masih buruk, dan gelombang laut masih tinggi, katanya menjelaskan.

Satu kapal tongkang lainnya, lanjut Fachri, masih berlabuh di sekitar Pantai Pacitan, Jawa Timur. Kapal itu belum berani melanjutkan perjalanan ke Cilacap karena gelombang tinggi di Samudera Hindia masih belum bisa dilalui. Kapal tongkang itu kan ditarik, sehingga sulit melalui perairan yang gelombangnya terlalu tinggi, lanjutnya.

Namun kesulitan itu tak mengakibatkan cadangan batubara PLTU C ilacap mengalami kekurangan. Manajer Teknik PLTU Cilacap Sutikno mengatakan, pihaknya sudah memiliki cadangan batubara hingga 60.000 ton. Cadangan itu cukup untuk memproduksi listrik selama 10 sampai 15 hari ke depan.

Sejauh ini PLTU tak mengalami kekurangan batubara. Cadangan batubara yang kami miliki masih cukup banyak untuk menjalankan dua turbin yang ada hingga 10 sampai 15 hari mendatang, katanya.

Sebaliknya untuk kapal tangker, ditambahkan Fachri, tak mengalami kesulitan apa pun untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan. Aktivitas pelayaran kapal tangker pengangkut minyak mentah ke PT Pertamina tak mengalami gangguan, karena kapal itu tak perlu ditarik seperti kapal tongkang, ucapnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau