DUREN TIGA, RABU - Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day=VD) oleh sebagian orang kerap dianggap sebagai momentum istimewa untuk berbagi ungkapan kasih sayang dan cinta, misalnya dengan memberi cokelat, memberi bunga, mengirim kartu ucapan sayang, menonton film, makan malam romantis, atau pernak-pernik Valentine lainnya.
Menyambut VD yang tahun ini jatuh pada Kamis (14/2), sejumlah pengelola mal di Jakarta menggelar beragam acara. VD bagi mereka merupakan peluang bisnis untuk menggaet keuntungan.
Selain menggelar beragam acara, para pengelola mal juga menyediakan pernak-pernik Valentine. Mal Ciputra di kawasan Grogol, Jakarta Barat, misalnya, menggelar pertunjukan bertajuk Chinese Love Story. "Karena masih berdekatan dengan perayaan Imlek, acara Valentine juga masih bernuansa Tahun Baru China," ujar Manajer Mal Ciputra, Rida Kusrida, beberapa waktu lalu.
Acara yang digelar di Mal Ciputra antara lain Romantic Comedy Band Show, Rabu (13/2); Yeh Shen: A Chinese Cinderella Operet, Kamis (14/2); Merpati Band, Sabtu (16/2); dan Oriental & Bollywood Look, Minggu (17/2).
Sementara di Mal Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, saat Valentine’s Day akan membagi-bagikan permen kepada para pengunjung. Sedangkan para staf layanan pelanggan mal tersebut pada Hari Kasih Sayang nanti memakai pakaian dengan nuansa khas warna pink. "Tahun lalu kami bagikan mawar ke customer, tapi tahun ini kami hanya membagikan permen kepada pengunjung mal pada saat Valentine," ucap staf Humas Mal Puri Indah, Rima.
Selain membagikan permen di Hari Valentin, pusat perbelanjaan itu pada Sabtu (16/2) nanti juga menggelar pertunjukan bertajuk Valentine’s Day Sweet Alena. "Saya tidak tahu apakah lagu-lagu Valentine atau bukan, atau dia akan membawakan lagu-lagunya sendiri, karena acara ini sekaligus promo album Alena," kata Rima.
Nonton film
Sebagai penyemarak hari yang identik dengan warna pink itu, sejumlah hotel juga menggelar pameran di area lobi. Nuansa Hari Kasih Sayang tampak semakin kuat dirasakan melalui penataan dekorasi di hotel yang dilengkapi hiasan berbentuk hati dan bunga khas Valentine. Pemandangan ini bisa disaksikan di beberapa hotel di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Area lobi hotel yang didekorasi dengan hiasan-hiasan Hari Kasih Sayang, menambah suasana menjadi lebih hidup. Dan pada malam pengungkapan rasa kasih sayang tersebut, pengelola hotel juga menyelenggarakan acara makan malam romantis.
Restoran Fiesta Hotel Sari Pan Pacific, misalnya, tamu akan menikmati Sit Down Gala Dinner, dengan tujuh macam hidangan campuran dari Indonesian cuisine (masakan Indonesia) dan western cuisine (masakan Barat) yang disiapkan para chef andalan.
Tapi, perayaan Hari Kasih Sayang tidak melulu bagi sepasang kekasih, melainkan bisa dirayakan bersama teman satu grup atau teman sekolah. Bagi mereka yang masih bingung mau ke mana saat Hari Valentine tiba, jangan khawatir dulu. Sebab, di hari istimewa tersebut bisa menggelar acara khusus yang tidak harus mengeluarkan dana besar.
Seperti Tifani (14), misalnya, merayakan VD dengan teman sekolahnya. Biasanya, di Hari Valentine dia bertukar kartu ucapan sayang dengan teman dan saudara-saudaranya. Tapi, kali ini seusai sekolah, Tifani ingin menghabiskan hari istimewa itu untuk menonton film di bioskop dengan teman-temannya yang semuanya perempuan. "Mau nonton film hantu," ucap siswa kelas 2 itu saat ditemui di sekolahnya, SMPN 238, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).
Dia bilang, nonton film Hantu Jembatan Ancol yang dibintangi Ben Joshua dan Nia Ramadhani itu sebagai sarana berkumpul dan bersenang-senang dengan teman sekolah. Selain menonton film, dia dan teman-temannya juga berencana saling tukar kado. "Valentine saat yang tepat untuk tukar kado dengan teman-teman," ucapnya.
Namun, ada juga remaja yang tidak merayakan Hari Kasih Sayang. Misalnya, Vivin Suhaini (15) yang menganggap tidak perlu VD dan tidak pernah merayakannya. "Sayang-sayangan kan bisa kapan saja, nggak usah ada hari khusus. Bisa sayang sama orangtua, sama saudara, dan sama teman-teman," tuturnya.
Di saat VD, Vivin lebih menyiapkan diri dengan tugas dan pelajaran sekolah. Pasalnya, dia yang saat ini duduk di kelas 3 SMP, harus mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional.
"Dari pagi sampai sore belajar terus. Belajar di sekolah, pendalaman materi, dan ikut bimbingan belajar. Pulang ke rumah sudah capek, tapi masih harus nyiapin diri untuk pelajaran besok di sekolah," katanya. (Warta Kota/tan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang