NEW YORK, RABU - Saham-saham Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (12/2), terdorong sebuah rebound yang mengejutkan dalam penjualan ritel AS untuk Januari yang mengurangi kekhawatiran tentang penurunan peran konsumen dalam mendorong ekonomi, kata para dealer.
Sentimen pasar juga didukung penandatangan rencana stimulus ekonomi 168 miliar dollar AS oleh Presiden George W. Bush dan laporan bahwa raksasa Internet Yahoo dalam pembicaraan dengan News Corp. setelah menolak penawaran pengambilalihan oleh Microsoft.
Seperti dikutip dari Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 178,83 poin atau 1,45 persen menjadi ditutup pada 12.543,79, dalam hari ketiga kenaikan berturut-turut untuk saham-saham blue chips.
Indeks komposit Nasdaq terangkat 53,89 poin atau 2,32 persen menjadi 2.373,93 dan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 18,35 poin atau 1,36 persen menjadi 1.367,21.
Data pemerintah menunjukkan penjualan ritel naik 0,3 persen pada Januari, karena aktivitas perbelanjaan secara tak terduga menguat kembali (rebound) meski pertumbuhan ekonomi mengkhawatirkan. Kenaikan tersebut kontradiksi dengan konsensus perkiraan para analis penjualan ritel akan turun 0,3 persen, menyusul penurunan 0,4 persen pada Desember.
Laporan tersebut menghilangkan kekhawatiran tentang spiral penurunan di ekonomi terbesar dunia tersebut, kekhawatiran tersebut telah mendorong Kongress dan the Federal Reserve mengambil tindakan untuk stimulus kegiatan.
"Laporan ini mengindikasikan konsumsi AS kemungkinan lebih baik daripada sebelumnya dan tindakan luar biasa the Fed pada Januari berhasil mencegah resesi," kata Michael Woolfolk dari Bank of New York Mellon.
"Karena konsumsi berjalan, ekonomi juga jalan," kata Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.
Douglas Porter, ekonom BMO Capital Markets, berhati-hati membaca laporan Januari tersebut. "Kenaikan penjualan ritel Januari yang melampaui ekspektasi memberikan kesan bahwa belanja konsumsi akan mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama," kata Porter.
"Kepercayaan telah melemah lenih lanjut sejauh pada Februari, penjualan mingguan jaringan toko terlihat sakit dan berkurangnya pekerja juga menekan belanja," tambahnya.
Di antara saham-saham, Yahoo bertambah 1,05 persen menjadi 29,88 dolar karena the Wall Street Journal melaporkan bahwa grup Internet itu setelah mencoba menolak penawaran pengambilalihan oleh Microsoft kini dalam pembicaraan untuk bergabung dengan News Corporation milik Rupert Murdoch.
Saham News Corp., yang juga pemilik the Journal, turun 0,65 persen menjadi 19,90 dollar dan Microsoft naik 2,19 persen menjadi 28,96 dollar.
Saham teknologi Applied Materials juga melonjak 10,2 persen menjadi 19,91 dollar karena perusahaan peralatan semi konduktor ini mendapat dukungan dari laporan labanya yang menguat.
Sementara pasar saham Eropa ditutup beragam (mixed) dalam perdagangan yang sempit karena aksi ambil untung didorong oleh lebih baiknya data penjualan ritel AS untuk Januari.
Di London, indeks FTSE 100 ditutup turun 0,51 persen pada 5.880,10 namun di Paris, indeks CAC 40 naik 0,30 persen pada 4.855,40, sementara di Frankfurt indeks Dax sedikit berubah, mencatat kenaikan hanya 0,08 persen menjadi 6.973,67.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang