Penjualan Ritel Dorong Wall Street Alami Kenaikan Panjang

Kompas.com - 14/02/2008, 07:24 WIB

NEW YORK, RABU - Saham-saham Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (12/2), terdorong sebuah rebound yang mengejutkan dalam penjualan ritel AS untuk Januari yang mengurangi kekhawatiran tentang penurunan peran konsumen dalam mendorong ekonomi, kata para dealer.
    
Sentimen pasar juga didukung penandatangan rencana stimulus ekonomi 168 miliar dollar AS oleh Presiden George W. Bush dan laporan bahwa raksasa Internet Yahoo dalam pembicaraan dengan News Corp. setelah menolak penawaran pengambilalihan oleh Microsoft.
    
Seperti dikutip dari Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 178,83 poin atau 1,45 persen menjadi ditutup pada 12.543,79, dalam hari ketiga kenaikan berturut-turut untuk saham-saham blue chips.
    
Indeks komposit Nasdaq terangkat 53,89 poin atau 2,32 persen menjadi 2.373,93 dan indeks  Standard & Poor’s 500 menguat 18,35 poin atau 1,36 persen menjadi 1.367,21.
    
Data pemerintah menunjukkan penjualan ritel naik 0,3 persen pada Januari, karena aktivitas perbelanjaan secara tak terduga menguat kembali (rebound) meski pertumbuhan ekonomi mengkhawatirkan. Kenaikan tersebut kontradiksi dengan konsensus perkiraan para analis penjualan ritel akan turun 0,3 persen, menyusul penurunan 0,4 persen pada Desember.
    
Laporan tersebut menghilangkan kekhawatiran tentang spiral penurunan di ekonomi terbesar dunia tersebut, kekhawatiran tersebut telah mendorong Kongress dan the Federal Reserve mengambil tindakan untuk stimulus kegiatan.
    
"Laporan ini mengindikasikan konsumsi AS kemungkinan lebih baik daripada sebelumnya dan tindakan luar biasa the Fed pada Januari berhasil mencegah resesi," kata Michael Woolfolk dari Bank of New  York Mellon.
    
"Karena konsumsi berjalan, ekonomi juga jalan," kata Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.
    
Douglas Porter, ekonom BMO Capital Markets, berhati-hati membaca laporan Januari tersebut. "Kenaikan penjualan ritel Januari yang melampaui ekspektasi memberikan kesan bahwa belanja konsumsi akan mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama," kata Porter.
    
"Kepercayaan telah melemah lenih lanjut sejauh pada Februari, penjualan mingguan jaringan toko terlihat sakit dan berkurangnya pekerja juga menekan belanja," tambahnya.
    
Di antara saham-saham, Yahoo bertambah 1,05 persen menjadi 29,88 dolar karena the Wall Street Journal melaporkan bahwa grup  Internet itu setelah mencoba menolak penawaran pengambilalihan oleh Microsoft kini dalam pembicaraan untuk bergabung dengan News Corporation milik Rupert Murdoch.
    
Saham News Corp., yang juga pemilik the Journal, turun 0,65 persen menjadi 19,90 dollar dan Microsoft naik 2,19 persen menjadi 28,96 dollar.
    
Saham teknologi Applied Materials juga melonjak 10,2 persen menjadi 19,91 dollar karena perusahaan peralatan semi konduktor ini mendapat dukungan dari laporan labanya yang menguat.
    
Sementara pasar saham Eropa ditutup beragam (mixed) dalam perdagangan yang sempit karena aksi ambil untung didorong oleh lebih baiknya data penjualan ritel AS untuk Januari.
    
Di London, indeks FTSE 100 ditutup turun 0,51 persen pada 5.880,10 namun di Paris, indeks CAC 40 naik 0,30 persen pada 4.855,40, sementara di Frankfurt indeks Dax sedikit berubah, mencatat kenaikan hanya 0,08 persen menjadi 6.973,67.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau