Akhir Pedih Sang Fenomena

Kompas.com - 14/02/2008, 07:57 WIB

DALAM sepekan ini, isu bahwa striker AC Milan, Ronaldo, akan pensiun beredar pesat. Namun, isu itu akhirnya dibantah sendiri oleh pelatih Milan, Carlo Ancelotti. Menurutnya, gosip tersebut hanya berita sampah.

Seolah ingin membuktikan omongannya, Ronaldo yang sebenarnya belum lama sembuh dari cedera diturunkan saat lawan Livorno, Kamis (14/2). Dia menggantikan Alberto Gillardino pada menit ke-57.

Ronaldo memang bisa bermain lagi. Gerakannya menunjukkan bahwa dia tampak segar. Saat baru tiga menit bermain, dia mencoba melompat. Sayangnyam saat jatuh dia dalam posisi kurang nyaman.

Ronaldo pun akhirnya terkapar. Dia mencoba merangkak, namun rasa sakit menghentikannya. Pemain yang dijuluki Il Phenomeno atau Sang Fenomena itu pun berebah menahan kesakitan.

Rekan-rekannya kemudian mendatanginya dan memanggil petugas kesehatan. Ronaldo bahkan meneteskan air mata, saking tak kuasa menahan rasa sakit. Ternyata, lutut kirinya cedera berat. Dia bahkan masih mengerang kesakitan saat digotong petugas.

Hanya beberapa saat kemudian, AC Milan mengeluarkan pengumuman resmi. Sang Fenomena itu mengalami kerusakan parah di tendon lutut kirinya.

Itu artinya, dia harus menjalani operasi intensif. Dan, hampir pasti pula dia harus istirahat lama. Bahkan, terlalu riskan kalau dia kembali bermain jika sembuh kelak. Selain usianya sudah tergolong tua (32 tahun), cedera juga terus membayanginya sejak 1998.

Ronaldo pertama kali mengalami cedera parah kala membela Inter Milan lawan Lecce di Liga Serie-A, 21 November 1998. Saat itu, tendon lutut kaki kanannya juga cedera.

Pada 12 April 2000, dia akhirnya kembali tampil lagi di final Coppa Italia lawan Lazio, setelah lama absen. Kehadirannya pun disambut gegap-gempita. Namun, saat dia mencoba mengambil bola di hadapan Fernando Couto, Ronaldo kembali cedera. Padahal, Couto tak menyentuhnya sama sekali.

Cederanya saat itu juga parah. Dari layar TV terlihat, lutut kanannya seolah terbuka. Ronaldo pun teriak kesakitan dan seluruh penonton seolah ikut merasakan nyerinya.

Kembali dia harus operasi dan istirahat lama. Bahkan, banyak spekulasi kariernya akan habis, mengingat cederanya begitu parah. Namun, pada 8 Maret 2001, dia kembali bermain lagi.

Tak hanya itu, dia akhirnya masuk tim Brasil di Piala Dunia 2002. Kehebatannya seolah datang kembali. Dia bahkan menjadi pahlawan kesuksesan Brasil dalam merebut gelar kelima Piala Dunia 2002. Ronaldo menjadi top skorer turnamen dengan 8 gol.

Namanya pun kembali moncer. Publik Inter juga menantikan kehadirannya lagi. Namun, tiba-tiba dia justru pindah ke Real Madrid, hingga suporter Inter pun marah dan mengutuknya.

Di Madrid, kehebatannya terasa mulai menurun. Dia bahkan sering dikecam publik Santiago Bernabeu. Meski masih sering mencetak gol, Ronaldo dianggap makin tak disiplin dan mulai kegemukan. Selain itu, cedera juga masih sering mengikutinya, terutama di otot kakinya.

Sampai akhirnya dia pun pindah ke Milan pada musim 2006-07. Sama saja, di Milan dia juga sering istirahat karena cedera, sampai akhirnya dia benar-benar mengalami cedera berat itu.

FENOMENAL

Ronaldo memang bagian dari fenomena sepakbola. Dia sudah menjadi bahan pembicaraan sejak bermain di klub Brasil, Cruzeiro. Kemampuannya mengolah bola dan mencetak gol dianggap luar biasa.

Dia punya lari yang kencang, dribel bola yang bagus, juga tendangan yang sangat akurat. Meski lemah dalam menyundul, tapi keseluruhan permainannya sangat mengagunmkan. Dia bisa membawa bola sendirian dari tengah, melewati beberapa pemain lawan. Dalam keadaan terdesak pun, dia bisa memanfaatkan kecepatan dan keahliannya mengolah bola untuk melepaskan diri. Mendapat ruang sedikit saja, dia bisa mencetak gol.

Karena itu, dia sudah masuk timnas Brasil pada usia 17 tahun. Sayang, dia tak diturunkan di Piala Dunia 1994, karena masih ada Bebeto dan Romario. Namun, namanya tetap saja meroket dan mulai mendunia.

Karena itu, PSV Eindhoven berani membelinya senilai 4 juta pounds seusai Piala Dunia 1994. Nilai yang sangat besar di masa itu. Hanya dua musim di klub Belanda tersebut, dia sudah mencetak 42 gol dan membawa klub itu juara Piala Belanda 1995-96.

Kemudian, Barcelona langsung merekrutnya. Dia dikontrak 9 juta poundsterling. Kontrak gila-gilaan. Namun, Inter Milan yang bernafsu kepadanya, lalu merebutnya. Pada 1997, Inter mengeluarkan 19 juta poundsterling untuk menggaetnya.

Permainnya tetap saja fenomenal. Dia terus menjadi tambang gol Inter. Sayang, dia tak pernah berhasil membawa Inter juara Liga Serie-A. Satu-satunya gelar berharga yang dia persembahkan adalah Piala UEFA musim 1997-98.

Meski begitu, secara keseluruhan, permainannya tetap dianggap fenomenal. Dia terus memamerkan keindahan-keindahan bermain bola yang juga produktif. Dia menjadi orang pertama yang terpilih sebagai Pemain Terbaik versi FIFA tiga kali pada 1996, 1997 dan 2002. Dia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik versi World Soccer pada 1996, 1997 dan 2002. Selain itu, dia juga menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1997 dan 2002.

Kehebatan-kehebatan fenomenal itu, seolah guaratan-guratan emas yang menjadi lukisan indah sepakbola. Dan, lukisan itu rasanya bakal abadi dan dikenang sepanjang masa.

Namun, sayangnya guratan-guratan dari kakinya rasanya bakal berakhir. Cedera yang dia alami saat lawan Livorno, Kamis (14/2), kemungkinan besar menghentikan kariernya.

Terlalu berani dan riskan jika saat sembuh nanti dia bermain lagi. Atau, bisa jadi cederanya itu sudah tak memungkinkannya tampil lagi. Sekarang, tendon di dua lutut sudah pernah rusak. Memaksakan tampil lagi saat sembuh nanti, bisa berarti bunuh diri. Jika sebelum pertandingan lawan Livorno saja sudah ada isu dia akan pensiun, setelah cedera itu tentunya akan mempercepat pensiunnya.

Artinya, sepakbola segera ditinggalkan Sang Fenomena. Sungguh menyedihkan, guratan emasnya harus berakhir lewat kepedihan cedera. (HPR)

Data Ronaldo
Nama:
Ronaldo Luis Nazario de Lima
Lahir: Bento Riberio (rasil), 22 September 1976
Tinggi/Berat: 183 cm/70 kg
Caps: 91 (58 goals)
Prestasi: Juara Piala Belanda (1995-96), Divisi Primera (2002-03), Piala Spanyol (1996-97), Piala Winners (1996-97), Piala UEFA (1997-98), Copa America (1997, 1999), Piala Dunia (1994, 2002), Top Skorer Liga Belanda (1994-95), Top Skorer Liga Spanyol (1996-97, 2003-04), Top Skorer Copa America (1999), Top Skorer Piala Dunia (2002), Pemain Terbaik Dunia versi FIFA (1996, 1997, 2002), Pemain Terbaik Dunia versi World Soccer (1996, 1997, 2002), Pemain Terbaik Eropa (1997, 2002)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau