Produsen Otomotif Tak Keberatan, Komposisi BBN Dinaikkan

Kompas.com - 14/02/2008, 22:05 WIB

JAKARTA, KAMIS - Produsen otomotif tidak merasa keberatan jika pemerintah menaikkan presentase komposisi bahan bakar nabati (BBN) bagi kendaraan, asalkan mendapatkan subsidi pembelian konverter bahan bakar minyak (BBM).

"Kalau pemerintah berniat menambah komposisi BBN, kita (industri otomotif) siap-siap saja. Paling pemerintah hanya perlu memberikan subsidi 50 persen untuk konverternya, 50 persen lagi biar ditanggung pemilik kendaraan," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo, di Jakarta, Kamis (14/2).

Dia mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah bagi otomotif jika harus menggunakan bahan bakar alternatif seperti BBN ataupun bahan bakar gas (BBG). Namun demikian, pemerintah harus memastikan kesediaan bahan bakar alternatif tersebut, jangan sampai pasokan tersendat.

"Kan dulu sudah ada taksi pakai BBG, tapi karena kurangnya distribusi BBG malah jadi kesulitan mendapatkan bahan bakar," katanya. Menurut dia, jika pilihannya jatuh pada BBG maka kendaraan harus memiliki dua tanki, tidak bisa hanya satu. Dikhawatirkan jika suatu saat pasokan BBG sulit didapat maka kendaraan masih bisa beroperasi dengan menggunakan BBM.

Namun, dia mengatakan, yang menjadi masalah adalah tidak mungkin memproduksi kendaraan yang hanya menggunakan BBN atau BBG saja, karena ada beberapa kendaraan yang juga diekspor keluar negeri. Jika industri harus memproduksi kedua jenis kendaraan tentu biayanya akan jauh lebih besar. Penggunaaan konverter tentu ada baiknya juga, ujar dia.

Produsen konverter tentu akan tumbuh pesat karena pesanan secara masal akan terjadi jika memang komposisi BBN ditingkatkan. Terlepas dari itu semua, dia mengatakan, rencana pemerintah untuk menghemat BBM dan mengurangi subsidi tetap harus harus dipikirkan secara matang terlebih dahulu.  Dia menyarankan agar pemerintah mau berbicara secara terbuka dengan DPR dan juga stakeholder yang nantinya terkait dengan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi karena ekses dari pembatasan tetap akan berujung pada inflasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau