JAKARTA, KAMIS - Produsen otomotif tidak merasa keberatan jika pemerintah menaikkan presentase komposisi bahan bakar nabati (BBN) bagi kendaraan, asalkan mendapatkan subsidi pembelian konverter bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau pemerintah berniat menambah komposisi BBN, kita (industri otomotif) siap-siap saja. Paling pemerintah hanya perlu memberikan subsidi 50 persen untuk konverternya, 50 persen lagi biar ditanggung pemilik kendaraan," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo, di Jakarta, Kamis (14/2).
Dia mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah bagi otomotif jika harus menggunakan bahan bakar alternatif seperti BBN ataupun bahan bakar gas (BBG). Namun demikian, pemerintah harus memastikan kesediaan bahan bakar alternatif tersebut, jangan sampai pasokan tersendat.
"Kan dulu sudah ada taksi pakai BBG, tapi karena kurangnya distribusi BBG malah jadi kesulitan mendapatkan bahan bakar," katanya. Menurut dia, jika pilihannya jatuh pada BBG maka kendaraan harus memiliki dua tanki, tidak bisa hanya satu. Dikhawatirkan jika suatu saat pasokan BBG sulit didapat maka kendaraan masih bisa beroperasi dengan menggunakan BBM.
Namun, dia mengatakan, yang menjadi masalah adalah tidak mungkin memproduksi kendaraan yang hanya menggunakan BBN atau BBG saja, karena ada beberapa kendaraan yang juga diekspor keluar negeri. Jika industri harus memproduksi kedua jenis kendaraan tentu biayanya akan jauh lebih besar. Penggunaaan konverter tentu ada baiknya juga, ujar dia.
Produsen konverter tentu akan tumbuh pesat karena pesanan secara masal akan terjadi jika memang komposisi BBN ditingkatkan. Terlepas dari itu semua, dia mengatakan, rencana pemerintah untuk menghemat BBM dan mengurangi subsidi tetap harus harus dipikirkan secara matang terlebih dahulu. Dia menyarankan agar pemerintah mau berbicara secara terbuka dengan DPR dan juga stakeholder yang nantinya terkait dengan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi karena ekses dari pembatasan tetap akan berujung pada inflasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang