LAMONGAN, JUMAT - Depot Logistik Lamongan menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk mengantisipasi melimpahnya gabah pada musim panen yang diperkirakan akhir Februari-Maret. Dolog Lamongan siap membeli gabah petani hingga setara 25.000 ton beras atau 39.560 ton gabah kering giling.
Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lamongan Nur Anshar Jumat (15/2) mengatakan, kuota dolog tersebut bersifat fleksibel, sehingga Dolog masih memungkinkan membeli gabah petani melebihi kuota tersebut. Jika masih ada gabah petani yang belum terbeli dan harganya masih belum stabil atau di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Dolog siap menambah kuota pembelian gabah, jelas Nur.
Dia menjelaskan, harga pembelian gabah tersebut sesuai dengan Intruksi Presiden (inpres) nomor 3 tahun 2007 tentang kebijakan perberasan. HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 2.000 per kilogram (kg), dengan syarat kadar air maksimal 2 5 persen dan kadar hampa kotoran maksimal 10 persen. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) sebesar Rp 2.575 per kg dengan syarat kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa kotoran maksimal 3 persen.
Saat ini, harga gabah kering panen di tingkat masyarakat Rp. 1.750 hingga Rp 1.800 per kilogram. Adanya curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan kadar air cukup tinggi hingga di atas 30 persen, tambah Anshar.
Dengan kadar air sebesar itu, otomatis harga gabah di tingkat petani masih di bawah HPP. Harga tersebut akan bertambah jika petani menjual gabah setelah melalui pengeringan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Jika kadar air berkurang harga bisa sesuai HPP bahkan mungkin lebih, tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang