Harusnya Ada Calon Dari Bank Indonesia

Kompas.com - 16/02/2008, 20:46 WIB

Laporan Wartawan Perda Network, Hadi Santoso
JAKARTA, SABTU
- Tidak adanya calon dari kalangan internal Bank Indonesia dalam dua nama kandidat gubernur BI yang di tetapkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disesalkan sejumlah kalangan. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang biasa disapa Yenny Wachid.

Putri mantan presiden Abdurrachman Wahid alias Gus Dur itu mengatakan, akan lebih baik jika ada calon dari kalangan internal BI. Ia juga menyebut akan lebih baik jika calon yang diumumkan adalah tiga kandidat. "Sayang kalau tidak ada calon internal dari BI," kata Yenny menjawab wartawan di sela-sela acara Rapat Kerja (Raker) LPP DPP PKB, di Hotel Harris Jakarta, Sabtu (16/2/).

Yenny mengatakan, penunjukan calon dari kalangan internal BI akan memberi sejumlah keuntungan bagi kelanjutan proses kerja BI sendiri. Keuntungan itu kata dia, orang dalam BI akan lebih cepat tune-in dalam pekerjaannya. Juga, memiliki kesinambungan policy (kebijakan). Toh, lanjut dia, tidak semua orang dalam BI ikut terlibat dalam kasus aliran dana BI senilai Rp 100 miliar untuk pembelaan hukum dan amandemen hukum BI. Ia yakin, masih ada sejumlah orang yang punya kemampuan memimpin BI dan steril dan kasus itu.

"Sedangkan orang luar takutnya harus belajar dari awal. Nah, kalau belajar dari awal akan menciptakan celah waktu. Kalau nggak connect, bisa ada masalah di moneter. Apalagi, dengan adanya calon dari eksternal BI dalam kondisi politik seperti sekarang ini, malah akan menimbulkan perselisihan, " kata dia.

Meski menyesalkan tiadanya calon dari kalangan internal, Yenny yang juga Direktur The Wahid Institutea mengelak jika calon dari luar bukanlah orang yang tepat untuk memimpin BI ke depan.

"Tapi supaya jadi bahan pertimbangan saja. Kalau bisa internal itu disertakan," lanjut dia yang mengatakan partainya, PKB memberikan dukungan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Sebelumnya, Jumat (15/2) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan dua calon Gubernur Bank Indonesia untuk diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Dua nama calon Gubernur BI itu adalah Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan doktor bidang moneter Raden Pardede.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau