Laporan Wartawan Perda Network, Hadi Santoso
JAKARTA, SABTU - Tidak adanya calon dari kalangan internal Bank Indonesia dalam dua nama kandidat gubernur BI yang di tetapkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disesalkan sejumlah kalangan. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang biasa disapa Yenny Wachid.
Putri mantan presiden Abdurrachman Wahid alias Gus Dur itu mengatakan, akan lebih baik jika ada calon dari kalangan internal BI. Ia juga menyebut akan lebih baik jika calon yang diumumkan adalah tiga kandidat. "Sayang kalau tidak ada calon internal dari BI," kata Yenny menjawab wartawan di sela-sela acara Rapat Kerja (Raker) LPP DPP PKB, di Hotel Harris Jakarta, Sabtu (16/2/).
Yenny mengatakan, penunjukan calon dari kalangan internal BI akan memberi sejumlah keuntungan bagi kelanjutan proses kerja BI sendiri. Keuntungan itu kata dia, orang dalam BI akan lebih cepat tune-in dalam pekerjaannya. Juga, memiliki kesinambungan policy (kebijakan). Toh, lanjut dia, tidak semua orang dalam BI ikut terlibat dalam kasus aliran dana BI senilai Rp 100 miliar untuk pembelaan hukum dan amandemen hukum BI. Ia yakin, masih ada sejumlah orang yang punya kemampuan memimpin BI dan steril dan kasus itu.
"Sedangkan orang luar takutnya harus belajar dari awal. Nah, kalau belajar dari awal akan menciptakan celah waktu. Kalau nggak connect, bisa ada masalah di moneter. Apalagi, dengan adanya calon dari eksternal BI dalam kondisi politik seperti sekarang ini, malah akan menimbulkan perselisihan, " kata dia.
Meski menyesalkan tiadanya calon dari kalangan internal, Yenny yang juga Direktur The Wahid Institutea mengelak jika calon dari luar bukanlah orang yang tepat untuk memimpin BI ke depan.
"Tapi supaya jadi bahan pertimbangan saja. Kalau bisa internal itu disertakan," lanjut dia yang mengatakan partainya, PKB memberikan dukungan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Sebelumnya, Jumat (15/2) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan dua calon Gubernur Bank Indonesia untuk diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Dua nama calon Gubernur BI itu adalah Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan doktor bidang moneter Raden Pardede.