Bayi Tanpa Anus Butuh Bantuan

Kompas.com - 17/02/2008, 15:14 WIB

BEKASI, MINGGU - Bayi perempuan tanpa anus, Zahra Tusifa (13 hari) anak dari pasangan suami istri Zurjani (44) dengan Marwiah (38) membutuhkan uluran tangan untuk biaya operasi.
    
 Zurjani di rumahnya RT02/03, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Minggu, menyatakan kepasrahannya karena tidak mempunyai uang untuk biaya operasi pembuatan lubang anus putrinya itu.
     
 "Saya membutuhkan bantuan dana untuk biaya operasi pembuatan lubang anus anak saya ini yang besarnya mencapai belasan juta rupiah, karena saya tidak mempunyai uang," ujarnya.
     
 Ia menambahkan, anak kelima dari lima bersaudara itu, lahir pada 4 Pebruari 2008 dengan proses persalinan nomal melalui bantuan bidan Rustini di Perumahan Batara, Bekasi Barat.
     
 Beberapa saat setelah bayi perempuan mungil itu lahir dengan berat badan 2,7 kg, bidan Rustini memberitahu bahwa bayi tersebut tidak memiliki lubang anus, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Ananda Bekasi Barat.
     
 Petugas medis di rumah sakit itu, kata Zurjani merujuk sang putri ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapat pertolongan dokter.
     
 Setelah menjalani perawatan beberap hari, dokter di RSCM, Jakarta Pusat melakukan operasi pembuatan lubang anus sementara di perut bagian kiri, sambil menunggu tindakan medis lebih lanjut.
     
 Sebelum menjalani operasi lubang pembuangan kotoran sementara di perut kiri itu, pihak RSCM sempat merujuk ke RS Gatot Soebroto untuk operasi pembuatan lubang anus bayi perempuan tersebut.
     
 Tetapi, RS Gatot Soebroto tidak bisa menerima pasien tersebut karena ruang tempat tidur untuk pasien terbatas dan biaya operasi mencapai Rp15 juta, sehingga kembali lagi ke RSCM untuk perawatan lanjutan.
     
 Pihak RSCM menyarankan agar orangtua bayi perempuan itu membuat surat keterangan tidak mampu di kelurahan yang diketahui oleh camat setempat, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
     
 Karena waktu itu belum memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan tidak mempunyai uang untuk biaya pengobatan serta operasi pembuatan lubang anus anak tersebut, kedua orangtuanya membawa pulang putrinya sembari menunggu bantuan dermawan.
     
 "Sekarang surat keterangan tidak mampu sudah saya punyai dan diharapkan dapat digunakan untuk operasi pembuatan lubang anus anak saya, tapi saya masih butuh uluran tangan untuk beli obat dan perawatan lanjutan anak saya," kata Zurjani.  (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau