Happy Salma Pilih Gerilya

Kompas.com - 17/02/2008, 20:02 WIB

JAKARTA, MINGGU-- Makin meningginya jumlah aksi kekerasan terhadap perempuan belakangan ini ternyata tak luput pula dari perhatian Happy Salma. Namun presenter yang juga bintang film dan bintang iklan itu memilih bergerilya, hanya untuk sekadar berbagi pengetahuannya.

"Aku sih biasa jalan sendiri. Istilahnya gerilya sendiri. Biasanya, kalau diminta untuk menjadi pembicara, aku bawa teman-teman dari Komnas Perempuan. Biar mereka yang nge-charge pengetahuanku, terutama menyangkut data kekerasan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan," ujar Happy dihubungi Kompas.com, ketika berada di Pekanbaru, Riau, Minggu (17/2).

Berdasarkan catatan yang diperoleh dari rekannya di Komnas Perempuan, angka kekerasan terus mengalami peningkatan secara mencolok dari tahun ke tahun. Inilah yang membuatnya prihatin.

"Kekerasan memang sudah sangat memprihatinkan. Orang terdekat yang seharusnya menjadi pelindung dalam lingkungan rumah tangga, justru malah menjadi pelaku. Itu yang membuat saya makin ngeri dan prihatin," katanya.

Perempuan, ujar pemeran wanita penggoda dalam film Gie itu, sudah saatnya membuka diri untuk bersikap. "Kekhawatiran akan stigma negatif, seringkali membuat perempuan enggan melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya. Padahal, kekerasan dalam rumah tangga adalah sebuah pelanggaran hukum yang tidak boleh dibiarkan," katanya.

Menurut mojang asal Sukabumi itu, perempuan juga setidaknya harus punya kemampuan teknis untuk melakukan upaya perlindungan bagi dirinya sendiri. Happy juga mengaku telah mendengar bahwa belakangan ini banyak perempuan yang mau belajar atau mengikuti olahraga beladiri.

"Saya nilai positif. Selain olahraga, tentunya perempuan punya sesuatu yang bisa dilakukan kalau kekerasan menghampirinya. Ya enggak polos-polos amat. Minimal bisa meminimalisir risiko yang bakal terjadi kepada perempuan," ujar Happy.

Disinggung soal keberadaannya di Pekanbaru, Happy mengaku bahwa dirinya diminta menjadi MC untuk acara penganugerahan pengahragaan untuk para seniman dan sastrawan daerah di Riau.

"Sekarang lagi sibuk diminta bawain acara, jadi jalan-jalan ke luar daerah terus," kata Happy, yang Sabtu (16/2) kemarin berada di kawasan GWK, Bali, untuk menjadi MC di sebuah acara. "Acaranya luar biasa meriah. Banyak artis yang datang. Sayangnya, hujan gede. Malah ada tenda sampai terbang segala," cerita Happy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau