Pemerintah Evaluasi Izin Sembilan Proyek Kilang Minyak

Kompas.com - 18/02/2008, 11:48 WIB

JAKARTA, SENIN - Pemerintah tengah mengevaluasi izin usaha pengolahan BBM dari sembilan proyek kilang minyak bumi dengan total kapasitas produksi 1,35 juta barel per hari.
    
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (18/2), seperti dikutip dari Antara, mengatakan, pembangunan tersebut akan menambah tingkat produksi kilang dalam negeri yang saat ini mencapai 1,157 juta barel per hari. "Kilang-kilang itu akan menambah kapasitas produksi pengolahan BBM nasional yang ada," katanya.
    
Kesembilan proyek kilang yang statusnya masih studi tersebut adalah PT Berkah Refinerindo Utama 300.000 barel per hari di Trenggalek, Jatim, PT Kilang Banyuwangi 150.000 barel di Banyuwangi, Jatim, PT Energi Bumiperkasa Tarakan 200.000 barel di Tarakan, Kaltim, dan PT Tesmindo Adhiputra Nugraha 200.000 barel di Cilacap, Jateng.
    
Selain itu, PT Felima Orient Pacific 125.000 barel per hari di  Cilacap, Jateng, PT Hemoco Selayar International Refinery 125.000 di Pulau Selayar, Sulsel, PT Trimas Sriwijaya 150.000 barel di Tuban, Jatim, PT Petroil 100.000 barel di Tarakan, Indragiri Hulu, atau Batanghari, dan PT Transpacific Securindo di Tuban, Jatim.
    
Purnomo juga mengatakan, pemerintah telah memberikan izin usaha pengolahan BBM sementara kepada lima proyek kilang minyak bumi dengan kapasitas total dua juta barel per hari. Kelima proyek kilang tersebut adalah PT Intanjaya Agromegah Abadi berkapasitas 300.000 barel per hari di Pare-Pare, Sulsel, PT Petroref Utama Nusantara 300.000 barel di Lombok Tengah, NTB, PT Kilang Muba 80.000 barel di Musi Banyuasin, Sumsel, PT Elnusa 300.000 barel di Tuban, Jatim, dan PT Situbondo Refinery Industri 300.000 barel di Situbondo, Jatim. Selain kilang Muba yang sudah masuk tahap konstruksi, empat proyek kilang lainnya masih tahap studi.
    
Produksi kilang dalam negeri kini mencapai 1,157 juta barel per hari yang 1,057 juta barel per hari di antaranya oleh PT Pertamina (Persero) dan PT TPPI sebanyak 100.000 barel minyak per hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau