LONDON, SENIN - Kabut tebal menutup Anfield. Dukacita meliputi Liverpudlians karena tim kesayangannya baru saja mengalami kegagalan besar usai dipermalukan tim Divisi Dua, Burnsley, dengan skor 1-2 di babak kelima Piala FA.
Alhasil, The Reds tersingkir dari kompetisi tertua di dunia tersebut dan pupuslah harapan Steven Gerrard dkk untuk meraih trofi liga domestik pada musim ini. Ya, Liverpool sudah tak mungkin menjadi juara Liga Premier--terpaut 19 poin dari Arsenal yang memimpin klasemen--, mereka juga sudah tersingkir dari Piala Carling dan terakhir terlempat dari Piala FA.
Tapi Liverpool tetap punya peluang mendapatkan trofi. Pasalnya, tim besutan Rafael Benitez ini masih ikut berkompetisi di Liga Champions yang kini sudah memasuki babak 16 besar.
Nah, sebagai langkah awal untuk mewujudkan impiannya tersebut, The Kop harus bisa mengatasi tantangan besar yang dihadapi pada Selasa (19/2) ini--atau Rabu (20/2) dinihari WIB--,saat menjamu Inter Milan di leg pertama. Mampukah mereka menaklukkan juara Italia itu?
Peluang tetap terbuka. Namun, Gerrard dkk harus segera bangkit untuk memperbaiki performanya sehingga kabut kesedihan yang sedang meliputi Anfield segera terkuak dan hadirlah sukacita.
"Kami harus bermain lebih baik lagi daripada yang pernah terjadi. Kami harus bisa menunjukkan kekuatan terbaik kami karena ini ujian yang sangat besar. Kami harus bisa meraih hasil terbaik pada laga krusial ini, karena dengan kemenangan di kandang maka pekerjaan kami di leg kedua lebih ringan," ungkap bek Jamie Carragher, yang akan melakoni laga ke-99 di pentas Eropa.
"Mereka pasti tampil habis-habisan seperti dalam usahanya merebut gelar juara (Serie-A,red) karena ingin meraih trofi seperti yang sudah dilakukan AC Milan kepada kami pada musim lalu," tambahnya kepada situs klub (www.liverpoolfc.tv).
"Ketakukan" Carragher sangat beralasan karena Inter sedang on-fire. Di kompetisi domestik, laju Nerazzurri belum teradang, bahkan mereka semakin jauh meninggalkan rival-rivalnya dalam perburuan gelar juara Serie-A--Inter unggul 11 poin dari AS Roma yang tepat berada di bawahnya.
Di pentas Liga Champions pun demikian. Dalam perjalanannya hingga babak 16 besar kompetisi paling bergengsi di Eropa ini, La Beneamata hanya mengalami satu kekalahan ketika masih bertarung di fase grup. Waktu itu mereka ditaklukkan wakil Turki, Fenerbahce, dengan skor 0-1 pada pertemuan bulan September lalu.
Di sisi lain, kondisi duo striker Inter, Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cruz, sangat bugar. Pasalnya, pelatih Roberto Mancini mengistirahatkan dua pemain tersebut ketika Inter menaklukkan Livorno 2-0 pada akhir pekan lalu.
Bahkan Cruz sesumbar, Inter bisa memperpanjang dukacita Liverpool. "Kami berusaha mencoba memenangkan pertandingan ini sehingga tak perlu memikirkan leg kedua yang akan dimainkan di Milan," ungkap striker asal Argentina itu.
Benarkah? Yang pasti, dua klub elite Eropa ini baru dua kali bertemu, yakni pada tahun 1965. Waktu itu, Inter menang dengan agregat 4-3 karena di kandang menang 3-0 dan di Anfield kalah 1-3. (RTR/LOU)
- Total head to head
Liverpool menang: 1
Imbang: 0
Inter Milan menang: 1
- Hasil pertemuan
12-05-1965 European Cup Inter Milan 3-0 Liverpool
04-05-1965 European Cup Liverpool 3-1 Inter Milan