Preview: liverpool vs inter milan

Bangkitlah The Reds!

Kompas.com - 18/02/2008, 20:41 WIB

LONDON, SENIN - Kabut tebal menutup Anfield. Dukacita meliputi Liverpudlians karena tim kesayangannya baru saja mengalami kegagalan besar usai dipermalukan tim Divisi Dua, Burnsley, dengan skor 1-2 di babak kelima Piala FA.

Alhasil, The Reds tersingkir dari kompetisi tertua di dunia tersebut dan pupuslah harapan Steven Gerrard dkk untuk meraih trofi liga domestik pada musim ini. Ya, Liverpool sudah tak mungkin menjadi juara Liga Premier--terpaut 19 poin dari Arsenal yang memimpin klasemen--, mereka juga sudah tersingkir dari Piala Carling dan terakhir terlempat dari Piala FA.

Tapi Liverpool tetap punya peluang mendapatkan trofi. Pasalnya, tim besutan Rafael Benitez ini masih ikut berkompetisi di Liga Champions yang kini sudah memasuki babak 16 besar.

Nah, sebagai langkah awal untuk mewujudkan impiannya tersebut, The Kop harus bisa mengatasi tantangan besar yang dihadapi pada Selasa (19/2) ini--atau Rabu (20/2) dinihari WIB--,saat menjamu Inter Milan di leg pertama. Mampukah mereka menaklukkan juara Italia itu?

Peluang tetap terbuka. Namun, Gerrard dkk harus segera bangkit untuk memperbaiki performanya sehingga kabut kesedihan yang sedang meliputi Anfield segera terkuak dan hadirlah sukacita.

"Kami harus bermain lebih baik lagi daripada yang pernah terjadi. Kami harus bisa menunjukkan kekuatan terbaik kami karena ini ujian yang sangat besar. Kami harus bisa meraih hasil terbaik pada laga krusial ini, karena dengan kemenangan di kandang maka pekerjaan kami di leg kedua lebih ringan," ungkap bek Jamie Carragher, yang akan melakoni laga ke-99 di pentas Eropa.

"Mereka pasti tampil habis-habisan seperti dalam usahanya merebut gelar juara (Serie-A,red) karena ingin meraih trofi seperti yang sudah dilakukan AC Milan kepada kami pada musim lalu," tambahnya kepada situs klub (www.liverpoolfc.tv).

"Ketakukan" Carragher sangat beralasan karena Inter sedang on-fire. Di kompetisi domestik, laju Nerazzurri belum teradang, bahkan mereka semakin jauh meninggalkan rival-rivalnya dalam perburuan gelar juara Serie-A--Inter unggul 11 poin dari AS Roma yang tepat berada di bawahnya.

Di pentas Liga Champions pun demikian. Dalam perjalanannya hingga babak 16 besar kompetisi paling bergengsi di Eropa ini, La Beneamata hanya mengalami satu kekalahan ketika masih bertarung di fase grup. Waktu itu mereka ditaklukkan wakil Turki, Fenerbahce, dengan skor 0-1 pada pertemuan bulan September lalu.

Di sisi lain, kondisi duo striker Inter, Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cruz, sangat bugar. Pasalnya, pelatih Roberto Mancini mengistirahatkan dua pemain tersebut ketika Inter menaklukkan Livorno 2-0 pada akhir pekan lalu.

Bahkan Cruz sesumbar, Inter bisa memperpanjang dukacita Liverpool. "Kami  berusaha mencoba memenangkan pertandingan ini sehingga tak perlu memikirkan leg kedua yang akan dimainkan di Milan," ungkap striker asal Argentina itu.

Benarkah? Yang pasti, dua klub elite Eropa ini baru dua kali bertemu, yakni pada tahun 1965. Waktu itu, Inter menang dengan agregat 4-3 karena di kandang menang 3-0 dan di Anfield kalah 1-3. (RTR/LOU)

- Total head to head

Liverpool menang: 1
Imbang: 0
Inter Milan menang: 1

- Hasil pertemuan

12-05-1965    European Cup    Inter Milan    3-0    Liverpool    
04-05-1965    European Cup    Liverpool    3-1    Inter Milan    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau