Kredibilitas KPK dan DPR Dipertaruhkan

Kompas.com - 19/02/2008, 21:29 WIB

 JAKARTA, SELASA - Tuntas tidaknya Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani kasus aliran dana Bank Indonesia ke Dewan Perwakilan Rakyat merupakan ujian bagi KPK dan Badan kehormatan DPR untuk menunjukkan kredibilitasnya. KPK dituntut publik berani mengusut seluruh pelaku, baik mereka yang menyuap maupun yang disuap. Sedang BK DPR dituntut berani mengusut anggotanya yang menerima suap tersebut.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Sabastian Salang di Jakarta, Selasa (19/2), mengatakan dari 16 anggota DPR yang diduga menerima suap dari aliran dana BI tersebut, hanya Anthony Zeidra Abidin yang dicekal oleh KPK. Sedangkan dari pimpinan BI sebagai penyuap, KPK telah menetapkan tiga tersangka dan mencekal 16 orang lainnya.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita mengatakan penuntasan kasus aliran dana BI merupakan tantangan berat bagi KPK. Publik bukan hanya mengharapkan KPK berani mengusut seluruh pimpinan BI yang terlibat, tetapi juga para anggota DPR yang menerima dana suap tersebut. Romli menegaskan, penyuap maupun penerima suap sama-sama melanggar hukum dan harus bertanggung jawab. Namun hal ini dipastikan sulit. Pasalnya, yang menyeleksi para anggota KPK adalah DPR. Karena itu, ada beban moral bagi KPK untuk dapat menyeret anggota DPR ke pengadilan.

Sabastian berharap Badan Kehormatan DPR lebih proaktif dalam mengusut kasus yang melibatkan anggotanya. Selama ini, anggota DPR yang terlibat kasus hukum tidak diusut secara tuntas baik oleh BK DPR maupun aparat penegak hukum.

Selama para anggota DPR yang menerima suap tidak disentuh aparat hukum, maka dugaan politisasi kasus ini sulit dielakkan. Kredibilitas DPR akan semakin turun, katanya. Kasus ini harus segera dituntaskan baik oleh BK DPR maupun KPK. Semakin lama kasus ini diambangkan, akan semakin banyak intervensi politik yang masuk yang akan mempersulit KPK sendiri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau