Kuyt, Si Pemecah Telur yang Tak Ingin Disia-siakan

Kompas.com - 20/02/2008, 06:32 WIB

LIVERPOOL menepis keraguan publik mengenai kemampuan mereka sepanjang musim ini. Saat menjamu Inter Milan di leg pertama babak 16 Liga Champions, The Reds secara meyakinkan menaklukkan juara Italia tersebut dengan skor 2-0.

Padahal, Liverpool sedang krisis kemenangan. Bayangkan saja, di pentas Liga Premier mereka hanya bisa meraih 11 kemenangan dan 11 kali seri yang membuat peluangnya untuk menjadi juara sudah tertutup.

Kemudian pada akhir pekan lalu, The Kop menelan pil yang sangat pahit karena tersingkir dari babak kelima Piala FA. Yang membuat Liverpudlians--pendukung Liverpool--tak bisa menerima kegagalan tersebut adalah karena Liverpool kalah 1-2 dari tim Divisi I, Burnsley, ketika bermain di Anfield.

Karena itu, tak bisa disalahkan jika publik meragukan performa Steven Gerrard dkk saat menjamu Inter. Bayangkan saja, Nerazzurri datang ke Anfield dengan status juara Serie-A dalam dua musim terakhir, serta kini memimpin klasemen sementara.

Tapi semua keperkasaan Inter itu lenyap dalam laga Selasa (19/2) malam atau Rabu (20/1) dinihari WIB. Liverpool sangat perkasa sehingga berhak membuat Inter pulang dengan kepala tertunduk lesu.

Orang yang paling berjasa dalam duel di Anfield itu adalah Dirk Kuyt. Striker yang akhir-akhir ini sering dicadangkan oleh manajer Rafael Benitez itu seolah ingin memperlihatkan bahwa dirinya belum habis.

Ya, performa Kuyt tak secemerlang musim pertamanya sejak digaet dengan harga 10 juta poundsterling dari Feyenoord pada awal musim 2006/2007. Waktu itu, pemain kelahiran Katwijk, Belanda pada 22 Juli 1980 itu sangat produktif dan selalu jadi pilihan utama.

Tapi di awal musim 2007/08, dia kalah bersaing dengan FernandoTorres. Karena itu, Benitez kerab melakukan rotasi pemain yang akan dijadikan tandem Torres di lini depan Liverpool.

Namun dalam laga melawan Inter, Kuyt membuktikan bahwa dirinya layak jadi pemain utama. Di saat jantung Liverpudlians sedang berdegup kencang karena gelisah lantaran timnya belum bisa menjebol gawang Inter yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-30--Marco Materazzi dikartumerah--, Kuyt akhirnya menghadirkan ketenangan.

Ketika waktu pertandingan telah memasuki 85 menit, bola tendangan kaki kanannya mengoyak jala tim tamu.
Dengan sebuah kontrol cantik usai menerima umpan silang Jermaine Pennant dari sisi kanan, Kuyt yang melakukan debutnya sebagai pemain sepakbola profesional saat masih berusia 18 tahun itu (bersama FC Utrecht) melepaskan tendangan menyamping yang tak bisa dihalau Julio Cesar.

Gol pemecah telur yang dihasilkan Kuyt menjadi awal kebangkitan The Reds. Mereka semakin bergairah untuk melancarkan serangan ke jantung pertahanan Inter.

Akhirnya, tendangan geledek Gerrard dari luar kotak penalti saat pertandingan memasuki masa injury time memastikan kemenangan Liverpool menjadi 2-0. Alhasil, peluang The Reds menembus babak delapan besar Liga Champions terbuka lebar dan harapan meraih satu trofi di musim ini terkuak lagi. (LOU)

- Profil singkat

Posisi: Striker
Klub: Liverpool
TTL: Katwijk, Belanda / 22 Juli 1980
Tinggi: 1,84 m
Bekas klub: FC Utrecht, Feyenoord
Karier klub
- Yunior
Quick Boys
- Senior
Tahun        Klub        Penampilan (gol)
1998-2003    FC Utrecht    184 (66)
2003-2006    Feyenoord    122 (83)
2006- ...?    Liverpool    057 (17)
- Timnas
2004-...?     Belanda    035 0(6)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau