PB PON Kaltim: Semua Sudah Siap

Kompas.com - 20/02/2008, 09:46 WIB

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Khaidir

SAMARINDA, RABU -  Humas PB PON Kaltim, Jauhar Effendy menegaskan, tidak ada penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim. "Kami berusaha maksimal menyiapkan venue-venue, dan semua sudah berjalan sesuai jadwal," kataanya kepada Kompas.com, Rabu (20/2).

Sekarang ini, menurut Jauhar tinggal lapangan menembak di Balikpapan dan kolam renang di Berau saja yang sedang dalam proses pembangunan. "April mendatang semua sudah selesai. demikian juga dengan hotel atlet. semua sesuai jadwal," katanya.

Jauhar membandingkan, ketika PON XVI di Palembang dengan persiapan yang dilakukan di Kaltim. "Saat kami datang bersama atlet di asrama artlet, kami belum boleh masuk karena masih ada beberapa pembenahan. Tetapi untuk Kaltim, semua bisa dipastikan. Atlet datang bisa langsung masuk ke asrama atau hotel," katanya.

Untuk transportasi, kata jauhar, PB PON Kaltim sedang mengajukan diadakannya penerbangan ekstra. "Adam Air selaku sponsor transportasi sudah kami minta untuk itu. Sedangkan bandara di Berau, juga sudah diperpanjang sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar," katanya.

Alternatif lain juga sudah disiapkan PB PON Kaltim, yakni penerbangan hanya melalui Bandara Juata Tarakan, baru kemudian dilanjutkan menggunakan speedboat. "Pokoknya usaha kami sudah maksimal," kaataanya.
Sebelumnya, seperti dilaporkan Tribun Kaltim (Kompas Group) Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennepora), Adyaksa Dault, akhirnya memutuskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII-2008 di Kaltim tetap diselenggarakan sesuai jadwal semula yakni 6-17 Juli tahun ini.

Ini merupakan hasil pertemuan Mennegpora, tim Pengurus Besar  (PB) PON Kaltim, dan KONI Pusat di Kantor Mennegpora, Selasa (19/2). "Setelah mendapatkan penjelasan detail dari PB PON mengenai kesiapkan terkini Kaltim, mennegpora menyatakan sebaiknya PON jangan diundur. Tetap dilaksanakan 6-17 Juli 2008," ujar Humas PB PON, Jauhar Effendi.

Menurut mennepora, kata Jauhar, jika PON diundur konsekuensinya yakni pembengkakan biaya. Untuk itu, panitia pelaksana diingatkan untuk tetap bekerja dan mengatur semuanya sesuai jadwal yang ada.

Kemarin, lanjut Jauhar, PB PON memaparkan secara rinci mengenai persiapan fisik terutama venues, penyelenggaraan pembukaan dan penutupan, respons masyarakat hingga kondisi keamanan Kaltim.

Sebelumnya, wacana pengunduran  jadwal PON terus bergulir tidak hanya di Kaltim.  Tapi menjadi perbincangan hangat para pengurus KONI daerah se-Indonesia. Sekretaris Umum (Sekum) PB PON, Ibnu Nirwani, Selasa (19/2) mengungkapkan, KONI-KONI itu sebagian besar menyatakan dukungannya kepada Kaltim untuk tetap melanjutkan PON sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni 6 - 17 Juli 2008.

"Seperti KONI Lampung, Papua, Jawa Timur dan banyak lagi KONI-KONI yang lain yang menyatakan keberatannya jika PON diundur. Dan pernyataan itu mereka utarakan, baik melalui media massa dan bahkan ada yang mengkonfirmasi langsung ke Kaltim," kata Ibnu saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan pantauan tim pengawas PON ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti penanganan transportasi dan akomodasi. Namun hal itu tidak terlalu signifikan untuk dijadikan alasan bahwa Kaltim tidak siap menjadi tuan rumah PON dan imbasnya PON diundur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau