AKLI Desak PLN DIY Menjadi Wilayah Distribusi Sendiri

Kompas.com - 20/02/2008, 20:33 WIB

YOGYAKARTA, RABU -  Penggabungan wilayah distribusi Perusahaan Listrik Negara atau PLN Jawa Tengah dengan DI Yogyakarta menyulitkan para kontraktor listrik dalam mengurus izin administrasi. Mereka mendesak PLN DIY menjadi wilayah distribusi sendiri karena secara jaringan sebenarnya ju ga sudah siap.

Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) DIY Aji Karnanto, Rabu (20/2) mengatakan, penggabungan Jawa Tengah (Jateng) dengan DIY menjadi satu wilayah distribusi membuat para investor yang masuk ke DIY ragu dengan pros es penyediaan listrik. Misalnya saja kalau ada yang investasi ke mal, otomatis mereka butuh listrik besar. Selama ini kami harus mengurus sampai ke Semarang sehingga memakan waktu lama dan ini kadang membuat investor ragu, katanya.

Menurut Aji, wacana untuk memisahkan diri dari wilayah adminitrasi Jateng sebenarnya sudah digagas oleh PLN, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasannya. Konsekuensi pemisahan memang membuat beban kerja PLN nantinya lebih berat karena mereka dituntut mandiri, baik soal manajemen maupun dalam hal target pendapatan, katanya.

Tiap tahun, AKLI DIY menerima kuota sekitar 14.000-15.000 sambungan baru tiap tahun. Kuota itu akan diperebutkan para kontraktor sesuai dengan spesifikasinya dengan sistem lelang. Ada empat jenis kontrak tor berdasarkan keahliannya yakni kategori A dengan kemampuan 25 KVA, kategori B 100 KVA, kategori C 500 KVA, dan kategori D dengan daya tak terhingga.

Tahun ini kemungkinan kuota akan lebih kecil karena daerah yang belum teraliri listrik makin sedikit. Ke depan AKLI tidak hanya melayani sambungan baru tetapi juga pemeliharaan jaringan dan layanan gangguan. Sekarang layanan-layanan tersebut masih dikelol a PLN tapi ada kemungkinan diserahkan ke pihak ketiga, katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau