Beckenbauer: Lampard Harus Tetap Nomor Satu

Kompas.com - 21/02/2008, 16:50 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pemain legendaris Jerman, Franz Beckenbauer, memberikan masukan yang sangat penting bagi manajer Chelsea, Avram Grant. Menurut pria dengan julukan Der Kaizer itu, jika Grant ingin posisinya di Stamford Bridge aman maka dia harus menomorsatukan Frank Lampard daripada Michael Ballack.

Pernyataan Beckenbauer sangat beralasan. Saat ini lini tengah Chelsea kelebihan stok pemain dan semuanya dalam kondisi fit. Karena itu, Grant pasti pusing tujuh keliling untuk menentukan siapa yang akan menjadi starter.

Tengok saja, di samping Lampard dan Ballack, di sana masih ada Michael Essien serta Jon Obi Mikel yang baru saja kembali dari pertempuran membawa bendera negaranya di ajang Piala Afrika.

Karena itu Beckenbauer memberikan solusi yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan Grant. Menurut presiden Bayern Munich tersebut, Lampard adalah seorang Inggris sehingga layak menjadi bagian tak terpisahkan bagi Chelsea yang merupakan tim asal London.

"Lampard adalah pahlawan Chelsea. Jika Grant lebih mengedepankan Ballack dibandingkan Lampard, maka dia akan dipecat dalam waktu satu minggu atau kapan saja. Mungkin mereka dua memiliki tipe yang berbeda--satu lebih senang bermain ofensif dan satunya lebih senang defensif. Tetapi, lebih baik Ballack yang lebih banyak dicadangkan," ungkap Beckenbauer kepada The Sun seperti dilansir Goal, Kamis (21/2).

Apakah anjuran Beckenbauer akan diterima Grant? Manajer asal Israel tersebut akan membuktikannya ketika Chelsea melawan Tottenham Hotspur di final Piala Carling yang akan berlangsung akhir pekan ini di new Wembley. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau