Polda Kalsel Sita Ratusan Ton BBM Ilegal

Kompas.com - 21/02/2008, 17:05 WIB

BANJARMASIN, KAMIS  - Polisi Air (Polair) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) Kamis sore kembali menyita ratusan ton Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah dan solar yang diduga menyelewengkan izin angkut maupun izin edarnya dari PT Pertamina (Persero).
    
Ratusan ton BBM itu berhasil disita pihak berwajib saat sebuah kapal Landing Craf Transportasi (LCT) bernama Candi Laras Abadi 03 melintas di perairan Sungai Barito tepatnya kawasan Paminggir, Hulu Sungai Utara, ungkap Direktur Polair Polda setempat melalui Kasubdit Bin Ops Dit Polair Polda Kalsel Kompol Daswar Tanjung, usai melakukan penangkapan.
    
Penangkapan yang berujung pada penyitaan BBM ilegal itu berawal dari kecurigaan petugas melihat kapal seakan-akan terlalu berat atau kelebihan muatan, kemudian anggota yang sedang berpatroli langsung berupaya mendekati LCT Candi Laras Abadi 03 dan ternyata kapal tersebut mengangkut 125 ton minyak tanah.         
Setelah ditanyakan izin angkut dari PT Pertamina ternyata nahkoda kapal, H.Badi (33) warga Desa Teluk Timban RT.5 Kelurahan Teluk Timban, Kecamantan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah itu, menjawab BBM yang diangkutnya memiliki izin sesuai surat DO Pertamina yaitu sebanyak 125 ton.
     
Namun ketika nahkoda tersebut ditanyakan, berapa izin muatan yang dimiliki kapalnya, Badi menjawab, "Kapal LCT Candi Laras Abadi 03 hanya memiliki izin angkut beban sebanyak 74 ton" atau dengan kata lain kapal besar itu telah kelebihan muatan hingga dua kali lipat. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau